Keuangan

Bank Indonesia Resmi Terapkan IndONIA sebagai Suku Bunga Acuan Baru Gantikan JIBOR Mulai 2026

Bank Indonesia (BI) telah resmi mengimplementasikan Indonesia Overnight Index Average (IndONIA) sebagai suku bunga acuan baru di pasar keuangan mulai tahun 2026. Kebijakan ini menyusul penghentian publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2026.

Menurut pantauan Mureks, suku bunga acuan di pasar keuangan memiliki peran krusial karena merepresentasikan nilai uang dan biaya peminjaman melalui berbagai instrumen finansial. Referensi suku bunga atau benchmark rate ini digunakan untuk membandingkan harga atau suku bunga produk keuangan seperti pinjaman, surat berharga, dan derivatif.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Selain itu, benchmark rate juga berfungsi sebagai indikator penting dalam pengambilan keputusan investasi, pinjaman, dan penentuan biaya. Ini juga menjadi alat vital untuk melakukan valuasi aset atau kewajiban bagi para pelaku ekonomi.

Kepala Grup Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Arief Rachman, menjelaskan bahwa selama ini benchmark rate di pasar uang Indonesia masih didominasi oleh kuotasi berbasis panel perbankan, yakni JIBOR. Namun, sejalan dengan agenda reformasi benchmark global, Indonesia membutuhkan referensi suku bunga rupiah yang lebih kuat, andal, dan memiliki kredibilitas tinggi dengan basis transaksi riil.

“Yang kita lakukan di Indonesia ini, ketika kita menghentikan JIBOR dan memperkenalkan IndONIA, ini merupakan bagian dari global benchmark reform di dunia,” ujar Arief saat Taklimat Media di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Apa Itu IndONIA?

Mengutip Peraturan BI Nomor 20/7/PBI Tahun 2018, IndONIA didefinisikan sebagai indeks suku bunga atas transaksi pinjam-meminjamkan rupiah tanpa agunan yang dilakukan antarbank untuk jangka waktu overnight di Indonesia. Suku bunga ini ditetapkan oleh BI berdasarkan rata-rata suku bunga pinjam-meminjam antarbank pada seluruh bank konvensional di Indonesia.

Bank Indonesia juga berkewajiban untuk mempublikasikan IndONIA setiap akhir hari transaksi pada halaman depan situs web resminya. Hal ini bertujuan agar pelaku pasar dapat lebih mudah menemukan dan mengakses informasi publikasi IndONIA.

Bagaimana Suku Bunga IndONIA Terbentuk?

Arief Rachman memaparkan perbedaan mendasar antara IndONIA dan JIBOR. Jika JIBOR dihitung berdasarkan rata-rata harga penawaran, IndONIA justru dihitung dari rata-rata transaksi aktual yang sudah terjadi di pasar.

Untuk membentuk IndONIA, BI akan mengumpulkan data harga transaksi pasar uang antarbank (PUAB) overnight yang telah terjadi dari seluruh bank konvensional. Mureks mencatat bahwa saat ini terdapat 91 bank konvensional yang terlibat dalam proses pengumpulan data tersebut.

Mureks