Nasional

AS Serang Caracas, Venezuela Umumkan Keadaan Darurat Nasional di Tengah Kepanikan Warga

Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Insiden ini memicu kepanikan luas di kalangan warga dan mendorong Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk segera mengumumkan keadaan darurat nasional.

Sejak tengah malam, warga Caracas berhamburan menuju jendela dan teras rumah mereka, berusaha mencari tahu penyebab rentetan peristiwa yang terjadi. Sejumlah laporan juga menyebutkan adanya pemadaman listrik di berbagai titik kota, menambah kebingungan dan ketidakpastian.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Menurut pantauan Mureks, setidaknya tujuh ledakan keras terdengar di seluruh ibu kota Venezuela. Pesawat tempur AS juga dilaporkan terlihat terbang rendah di atas Caracas sejak pukul 02.00 dini hari waktu setempat, semakin memperkuat dugaan adanya operasi militer.

Salah seorang warga, Francis Pena (29), mengungkapkan kepanikannya kepada AFP. Ia menuturkan, “sedang tidur ketika dibangunkan kekasihnya dan memberi tahunya soal serangan itu.”

Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang memuncak antara Washington dan Caracas. Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump menuding Presiden Maduro memimpin kartel narkoba.

Tuduhan tersebut dengan tegas dibantah oleh Maduro, pemimpin berhaluan kiri itu. Ia balik menuding AS berupaya menggulingkan pemerintahannya karena Venezuela memiliki cadangan sumber daya terbesar di dunia.

Hingga berita ini diturunkan, warga Caracas masih bersiap untuk mengungsi, menyusul ledakan dan suara pesawat terbang rendah yang terus terdengar. Situasi di Venezuela tetap tegang dan tidak menentu.

Mureks