AMD secara resmi memperkenalkan jajaran prosesor terbarunya, Ryzen AI 400 Series, dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Chip yang memiliki nama kode “Gorgon Point” ini diklaim membawa peningkatan signifikan pada performa laptop, terutama saat tidak terhubung dengan sumber daya listrik, serta kemampuan multitasking yang lebih baik.
Peluncuran ini menandai langkah AMD dalam persaingan ketat di pasar CPU laptop, bersaing dengan Intel Core Ultra 300 Series dan Qualcomm Snapdragon X2 Elite. AMD Ryzen AI 400 Series dirancang untuk menghadirkan kinerja yang lebih cepat, kemampuan AI lokal yang ditingkatkan, grafis yang lebih baik, dan efisiensi daya yang optimal.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Generasi Baru “Gorgon Point”
Prosesor Ryzen AI 400 Series merupakan kelanjutan dari seri Ryzen AI 300 (nama kode “Strix Point”) yang sebelumnya telah merombak arsitektur AMD untuk performa laptop yang lebih gesit. Dengan “Gorgon Point”, AMD berambisi membawa peningkatan ke level berikutnya, dengan fokus pada tiga pilar utama: multitasking yang lebih cepat, grafis dan AI yang lebih baik, serta efisiensi daya yang ditingkatkan.
Peningkatan ini mencakup kecepatan boost clock CPU hingga 5.2 GHz dan dukungan kecepatan RAM hingga 8.533 Mega Transfers per Second (MT/s). Selain itu, inti GPU RDNA 3.5 kini beroperasi pada boost clock yang lebih cepat, mencapai 3.1 GHz, dan NPU (Neural Processing Unit) generasi berikutnya pada chip ini mampu menghasilkan kinerja AI hingga 60 TOPs. Arsitektur daya rendah pada chip juga telah dioptimalkan untuk performa tanpa colok daya yang lebih cepat dan efisiensi energi yang lebih baik.
Spesifikasi Unggulan Ryzen AI 400 Series
| Chip | Cores / Threads | Max boost | Memory speed | NPU TOPs | GPU cores |
|---|---|---|---|---|---|
| Ryzen AI 9 HX 475 | 12 / 24 | 5.2 GHz | 8533 MT/s | 60 | 16 |
| Ryzen AI 9 HX 470 | 12 / 24 | 5.2 GHz | 8533 MT/s | 55 | 16 |
| Ryzen AI 9 465 | 10 / 20 | 5.0 GHz | 8533 MT/s | 50 | 12 |
| Ryzen AI 7 450 | 8 / 16 | 5.1 GHz | 8533 MT/s | 50 | 8 |
| Ryzen AI 7 445 | 6 / 12 | 4.6 GHz | 8000 MT/s | 50 | 4 |
| Ryzen AI 5 435 | 6 / 12 | 4.5 GHz | 8000 MT/s | 50 | 4 |
| Ryzen AI 5 430 | 4 / 8 | 4.5 GHz | 8000 MT/s | 50 | 4 |
Klaim Performa dan Persaingan Pasar
Meskipun angka spesifik baru akan tersedia setelah pengujian mendalam di laboratorium, AMD mengklaim peningkatan performa yang signifikan. Berdasarkan perbandingan hasil uji Geekbench dari laptop yang diulas dalam 18 bulan terakhir, klaim AMD mengenai peningkatan performa ini dianggap valid. Mureks mencatat bahwa data awal menunjukkan performa “Gorgon Point” setara dengan Intel di tahun 2026, meskipun chip berbasis Arm seperti Snapdragon X2 Elite masih memiliki keunggulan dalam beberapa aspek.
Namun, AMD memiliki keunggulan kompatibilitas karena berjalan pada arsitektur x86, yang tidak memerlukan lapisan emulasi. Untuk klaim terkait daya tahan baterai, performa gaming, dan kemampuan NPU, pengujian lebih lanjut masih diperlukan.
Prospek dan Ketersediaan
Hasil Geekbench hanya sebagian dari gambaran keseluruhan, namun cukup efektif menunjukkan bahwa AMD telah meningkatkan performa untuk generasi laptop dan PC mini yang akan datang. Perhatian AMD terhadap isu-isu pada x86, seperti performa lebih cepat saat tidak terhubung listrik, beban kerja pembuatan konten yang lebih gesit, dan arsitektur daya rendah untuk daya tahan baterai multi-hari, dapat menjadi kunci kesuksesan jangka panjang.
Laptop yang ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen AI 400 Series dari berbagai merek seperti Acer, Asus, Dell, dan lainnya diharapkan akan meluncur dalam beberapa bulan mendatang. Tanda-tanda awal menunjukkan optimisme terhadap potensi chip terbaru ini.






