Wali Kota New York yang baru dilantik, Zohran Mamdani, membuat keputusan kontroversial pada hari pertamanya menjabat dengan mencabut definisi antisemitisme yang sebelumnya diadopsi dari International Holocaust Remembrance Alliance (IHRA). Kebijakan ini, yang diterapkan oleh wali kota sebelumnya Eric Adams, segera menuai kritik keras dari Kementerian Luar Negeri Israel.
Menurut Kemlu Israel, langkah Mamdani tersebut akan memperparah gelombang antisemitisme. “Pada hari pertamanya sebagai @NYCMayor, Mamdani menunjukkan sosok aslinya: dia menghapus definisi antisemitisme dan mencabut pembatasan boikot atas Israel. Ini bukan kepemimpinan. Ini adalah bensin antisemitisme yang dituang ke api yang menyala,” demikian pernyataan Kemlu Israel di platform X, seperti dikutip dari The Guardian pada Sabtu (3/1).
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Definisi antisemitisme yang diadopsi pemerintahan Eric Adams dari IHRA mencakup poin yang menyatakan bahwa “menjelek-jelekkan Israel dan menerapkan standar ganda sebagai bentuk antisemitisme kontemporer”. Pencabutan ini, menurut Mureks, menjadi salah satu kebijakan penting yang diambil Mamdani di awal masa jabatannya.
Menanggapi kritik tersebut, Mamdani saat diwawancarai oleh Forward, sebuah surat kabar Yahudi di AS, mengakui kekhawatiran sejumlah organisasi Yahudi. Namun, ia berjanji bahwa perlindungan terhadap warga Yahudi New York akan menjadi fokus utama pemerintahannya.
“Pemerintahan saya juga akan ditandai oleh pemerintahan kota yang tanpa henti berupaya memerangi kebencian dan perpecahan, dan kami akan menunjukkannya dengan memerangi kebencian di seluruh kota, dan itu termasuk memerangi momok antisemitisme dengan benar-benar mendanai pencegahan kejahatan kebencian, dengan merayakan tetangga kita dan dengan mempraktikkan politik universalitas,” tegas Mamdani.
Di sisi lain, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang New York menyambut baik pencabutan definisi antisemitisme yang mereka nilai kontroversial dan terlalu luas. CAIR-NY berpendapat bahwa definisi IHRA seringkali disalahgunakan untuk menyensor kritik terhadap rasisme dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan pemerintah Israel.
“Keputusan Wali Kota Adams akan mengabadikan definisi antisemitisme kontroversial IHRA meski penulisnya mengatakan definisi itu tidak pernah dimaksudkan digunakan oleh pemerintah, dan meski definisi yang terlalu luas itu menyatakan bahwa setiap pengakuan terhadap rasisme pemerintah Israel atau ketidaksepakatan dengan zionisme sebagai antisemitisme,” jelas pernyataan Dewan Hubungan Amerika-Islam cabang New York.
Mereka menambahkan, “Keputusan itu juga secara tidak konstitusional membatasi boikot hanya terhadap Israel.” CAIR-NY menilai perintah Adams sebagai “serangan Israel First yang tidak konstitusional terhadap kebebasan berpendapat yang seharusnya tidak pernah dilakukan sejak awal.”
“Kami memuji Wali Kota Mamdani yang segera mencabut definisi itu,” pungkas CAIR-NY.
Lebih lanjut, Mamdani tidak hanya mencabut keputusan terkait definisi antisemitisme. Ia juga membatalkan seluruh keputusan wali kota yang dikeluarkan Eric Adams setelah Adams didakwa atas tuduhan korupsi federal pada tahun 2024, meskipun dakwaan tersebut kemudian dibatalkan secara kontroversial. Pihak Mamdani menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan awal yang baru bagi pemerintahan yang akan datang.
Sebelum Mamdani terpilih, Adams mengeluarkan sejumlah keputusan, termasuk melarang pejabat kota yang mengawasi sistem pensiun kota untuk membuat keputusan yang sejalan dengan gerakan boikot, divestasi, dan sanksi (BDS). Gerakan BDS sendiri didukung oleh Mamdani.
Keputusan lain yang dicabut adalah perintah kepada komisaris polisi New York untuk mengevaluasi proposal pengaturan aktivitas demonstrasi di dekat tempat ibadah. Perintah ini dikeluarkan setelah demonstrasi di luar sinagoge di Upper East Side yang menyelenggarakan acara promosi imigrasi ke Israel, yang memicu tuduhan antisemitisme. Keputusan-keputusan yang dikeluarkan Adams ini dinilai sebagai upaya untuk membatasi ruang gerak Mamdani, yang sebelumnya berjanji akan menarik investasi New York dari obligasi pemerintah Israel.






