Nasional

Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon Ditangkap Saat Beraksi di Rumah Mantan Anggota DPRD

Pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Axle Harman Miller (9 tahun), putra seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, berhasil diringkus pada Jumat siang, 2 Januari 2026. Penangkapan dramatis ini terjadi saat terduga pelaku, berinisial AH, tengah melancarkan aksi pencurian di sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri.

Muhammad Axle Harman Miller ditemukan tewas di kediamannya di Kompleks BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, pada Selasa, 16 Desember lalu. Penangkapan AH berlangsung di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon. Anggota DPRD Banten, Dede Rohana Putra, yang merupakan saudara dari Roisyudin Sayuri, mengungkapkan bahwa awalnya pihak keluarga tidak menyadari adanya kaitan antara pelaku pencurian yang mereka tangkap dengan kasus pembunuhan Axle.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

“Iya, ditangkap di rumah saudara saya. Kita enggak tahu kalau itu masih ada kaitan dengan kasus di BBS, kita baru tahu pas malamnya. Pas kita telepon polisi, ternyata hasil pengembangannya itu ada keterkaitan dengan kasus yang di BBS,” ujar Dede Rohana saat dihubungi pada Sabtu (3/1).

Kronologi Penangkapan Dramatis

Dede Rohana menceritakan, AH pertama kali menyatroni rumah saudaranya pada Minggu, 28 Desember. Saat itu, rumah dalam kondisi sepi karena pemiliknya beserta keluarga hampir setiap akhir pekan berada di BSD, Tangerang Selatan. Dalam aksi pertamanya, pelaku berhasil membawa kabur perhiasan dan sempat mencoba mengambil brankas yang sudah berada di luar rumah, namun ditinggalkan.

“Awalnya hari Minggu (28/12) itu dia kemalingan. Yang hilang perhiasan, sama brankas sudah ada di luar rumah dibawa pakai kursi roda, tapi belum sempat keambil, ditinggalin. Itu hari Minggu siang. Soalnya setiap Jumat, Sabtu, Minggu itu rumah kosong ditinggal ke BSD karena punya rumah juga di BSD,” terang Dede Rohana. Ia menambahkan, rekaman CCTV sempat memperlihatkan sosok pelaku, meski tidak terlalu jelas, dan kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Cilegon.

“Pas diputar CCTV kelihatan orangnya, tapi enggak jelas. Dan itu sudah bikin laporan ke Polsek Cilegon,” imbuhnya.

Diduga karena penasaran dengan brankas yang belum berhasil dicuri, AH nekat kembali menyatroni rumah tersebut untuk kedua kalinya pada Jumat siang, 2 Januari. Menurut Dede Rohana, pelaku kemungkinan besar sudah mengetahui kondisi rumah yang kerap kosong, apalagi saat itu keluarga sedang berlibur tahun baru.

“Karena tahun baru, rumah sepi lagi. Nah, pas Jumat (2/1) siang itu kebetulan ada ART di rumah. Dan si pelaku ini ngelanjutin lagi karena sebelumnya belum kebongkar brankas. Karena dia sampai bawa pemanas gembok segala, kayaknya penasaran pengin ngebongkar brankas,” jelasnya.

Aksi AH kemudian dipergoki oleh asisten rumah tangga (ART) yang sedang bersih-bersih. Pelaku panik dan berusaha melarikan diri, namun terpeleset di tangga hingga terluka dan tidak bisa kabur. AH akhirnya bersembunyi di dalam rumah.

“Pas di dalam rumah itu dia sudah pegang kunci kamar dan ketahuan sama ART yang lagi bersih-bersih. ART menjerit, dia (pelaku) lari. Karena posisi rumah agak berbukit jadi ada tangga-tangga, kayaknya dia kepleset dan jatuh, terus enggak bisa keluar, jadi dia ngumpet di dalam rumah, mungkin lecet kepentok tangga,” papar Dede Rohana.

ART segera menghubungi pemilik rumah yang sedang berada di luar kota. Pemilik rumah lantas meminta bantuan warga sekitar dan pihak kepolisian. Tak lama kemudian, pasukan Brimob tiba di lokasi.

“ART minta tolong, terus nelpon saudara saya yang lagi liburan ke luar kota. Saudara saya lalu nelpon warga, karyawannya, termasuk polisi juga. Enggak lama pasukan Brimob langsung datang. Mungkin mereka lagi siaga karena kasus BBS belum beres, belum ketemu pelakunya,” imbuhnya.

Proses penangkapan berlangsung cukup dramatis. AH sempat menodongkan benda menyerupai pistol, membuat warga dan polisi ragu untuk mendekat. Belakangan diketahui, pistol tersebut hanyalah korek api berbentuk pistol.

“Si pelaku ini bawa pistol. Warga enggak berani langsung nangkap karena takut ditembak. Ternyata setelah ditangkap, pistol mainan, pistol gas. Jadi dia bawa pistol mainan, bawa alat pemanas gembok. Saat itu kita belum ngeh kalau dia ada keterkaitan dengan kasus BBS,” ungkap Dede Rohana.

Identitas Pelaku dan Konfirmasi Polisi

Dari hasil interogasi awal, pelaku diketahui berinisial AH, seorang warga asal Palembang, Sumatera Selatan. AH tercatat bekerja di salah satu perusahaan swasta besar di Kota Cilegon, yakni Chandra Asri. Menurut Mureks, AH diduga merupakan spesialis pencurian rumah kosong dan mewah, meskipun memiliki pekerjaan dengan gaji yang lumayan.

“Kayaknya dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah. Soalnya di SIM dan kartu anggota serikat itu dia pekerja di Chandra Asri. Padahal gajinya lumayan, tapi kok nyuri? Saya sempat pastikan, tanya ke teman di Chandra Asri, katanya iya itu karyawan Chandra Asri. Dia juga ngakunya ngekos di Bumi Rakata Asri, makanya dia enggak bawa motor, dia jalan kaki karena dekat lokasinya,” tandas Dede Rohana.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan Axle di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon. Saat ini, AH masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cilegon.

“Alhamdulillah (pelaku tertangkap),” jawab Dian melalui pesan WhatsApp pada Jumat (2/1) malam.

Namun, Kombes Pol Dian Setyawan belum bersedia mengungkapkan identitas lengkap, kronologi penangkapan secara detail, maupun motif pembunuhan. Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dan akan menyampaikannya dalam ekspos resmi.

“Nanti ya (disampaikan) saat ekspos resmi,” singkatnya.

Mureks