Rusia dan Ukraina saling melancarkan tuduhan serangan terhadap warga sipil pada 1 Januari 2026, menandai pergantian tahun dengan eskalasi konflik yang mematikan. Kiev menuduh Moskow meluncurkan ratusan drone ke sektor energi, sementara Rusia menuding Ukraina bertanggung jawab atas serangan mematikan di sebuah hotel di Kherson.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Rusia “membawa perang ke Ukraina” saat malam Tahun Baru. Menurutnya, sekitar 200 drone serang diluncurkan ke Ukraina pada malam hari. Zelensky menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari negara-negara sekutu, khususnya dalam hal perlindungan udara.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
“Saat tahun baru, Rusia seperti membawa perang ke Ukraina, ada 200 drone serang diluncurkan ke Ukraina pada malam hari,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui aplikasi Telegram, seperti yang dicatat Mureks.
Zelensky juga mengungkapkan harapannya agar bantuan militer yang telah disepakati dengan Amerika Serikat dapat segera tiba. “Sekutu kita punya perlengkapan yang kita tidak punya. Kita berharap, semua yang telah disepakati dengan Amerika Serikat pada akhir Desember kemarin akan tiba tepat waktu,” tambahnya.
Moskow Balik Tuding Kiev atas Serangan di Kherson
Di sisi lain, Rusia menuding Ukraina melakukan serangan drone yang menewaskan 24 orang dan melukai 50 lainnya di sebuah hotel dan kafe di Kherson, wilayah yang diduduki Rusia. Para korban dilaporkan sedang berkumpul untuk merayakan pergantian tahun.
Gubernur pendudukan Rusia, Vladimir Saldo, mengecam insiden tersebut sebagai ‘aksi teroris’ yang dilakukan oleh Ukraina. Saldo berpendapat bahwa serangan ini merupakan upaya Kiev untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan militer mereka di garis depan.
“Serangan ini memecah perhatian terkait kegagalan militer Ukraina di garis depan. Lalu, rezim Kiev mencoba membuktikan kemampuannya lewat aksi-aksi teroris,” ujar Saldo, menuduh rezim Kiev.






