YOGYAKARTA, Mureks.com – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi menghadirkan inovasi Robot Sampah MSWaMS (Mobile Smart Waste Management System) sebagai media edukasi bagi siswa. Robot cerdas ini didemonstrasikan di SD Islam Al Azhar 38 Bantul pada Rabu, 17 Desember 2025, bertujuan menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini.
Kegiatan yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) ini dihadiri oleh tim peneliti dari kedua universitas, guru, serta para siswa. Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep dasar pemilahan sampah, khususnya antara jenis organik dan anorganik, melalui interaksi langsung dengan robot.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Robot MSWaMS: Solusi Cerdas untuk Pemilahan Sampah
Dr. Riky, salah satu peneliti, menjelaskan bahwa Robot Sampah MSWaMS dirancang dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkannya melakukan pemilahan sampah secara otomatis. “Selain itu, robot ini memiliki mobilitas cerdas sehingga dapat bergerak mandiri dan menghindari rintangan di sekitarnya,” ujar Dr. Riky, menyoroti kemampuan adaptif robot tersebut.
Antusiasme tinggi terlihat dari para siswa yang berkesempatan mencoba langsung penggunaan robot sampah. Mereka aktif berinteraksi dan belajar mengenai cara kerja MSWaMS dalam memilah berbagai jenis limbah.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Efa Wakhidatus Solikhah menekankan pentingnya peran individu dalam menjaga lingkungan. “Pemilahan sampah merupakan kewajiban setiap individu,” tegasnya. Menurut Dr. Efa, keberadaan robot ini menjadi “media edukatif yang efektif untuk menanamkan kepedulian lingkungan secara menyenangkan bagi anak-anak,” menjadikannya alat pembelajaran yang inovatif.
Kepala SD Islam Al Azhar 38 Bantul, M. Syaiful Bahri, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini. Ia menyatakan kebanggaannya karena sekolah dapat terlibat dalam pengembangan Robot Sampah MSWaMS, yang dinilai sejalan dengan visi sekolah. “Visi sekolah kami adalah membentuk karakter siswa yang beradab, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas M. Syaiful Bahri, menggarisbawahi relevansi program tersebut dengan tujuan pendidikan mereka.






