Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan perdana tahun 2026 dengan pergerakan positif pada Jumat, 2 Januari 2026. Indeks tercatat berada di zona hijau, mencerminkan optimisme pelaku pasar di awal tahun, meskipun sentimen global masih cenderung berhati-hati.
Mengacu pada data RTI, IHSG dibuka pada level 8.676,74. Memasuki sekitar 10 menit pertama perdagangan, IHSG tercatat menguat 0,34 persen atau 28,97 poin dan bergerak di kisaran 8.675,91.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Aktivitas transaksi pada sesi awal ini terpantau cukup aktif. Volume perdagangan mencapai 4,4 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,29 triliun. Mureks mencatat bahwa sebanyak 335 saham menguat, 205 saham melemah, dan 169 saham bergerak stagnan.
Sentimen Global dan Kilas Balik 2025
Pergerakan IHSG di awal tahun berlangsung di tengah pelemahan pasar saham global. Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama di bursa Wall Street ditutup di zona merah. Dow Jones Industrial Average melemah 0,63 persen ke level 48.063,29, Indeks S&P 500 turun 0,74 persen ke level 6.845,50, dan Nasdaq Composite melemah 0,76 persen ke level 23.241,99.
Pelemahan bursa global tersebut menjadi salah satu sentimen eksternal yang tetap dicermati oleh investor domestik.
Pada penutupan perdagangan terakhir tahun 2025, IHSG ditutup menguat tipis 0,03 persen ke level 8.646. Namun demikian, aktivitas investor asing masih menunjukkan tekanan dengan net foreign sell sebesar Rp888,53 miliar di pasar reguler.
Secara teknikal, IHSG dinilai masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dengan resistance terdekat di area 8.660 dan support di kisaran 8.610. Optimisme awal tahun, seiring semangat ekonomi baru serta pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait outlook ekonomi 2026, berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati rilis data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia yang dijadwalkan pada hari ini.
Saham yang Menjadi Perhatian
Pada perdagangan awal tahun ini, sejumlah saham tercatat menjadi perhatian pelaku pasar, antara lain:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Bumi Resources Tbk
- PT Humpuss Maritim Internasional Tbk






