Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City pada Kamis, 1 Januari 2026. Politikus Partai Demokrat dari faksi sosialis sayap kiri ini berjanji akan menjadikan kota tersebut lebih terjangkau bagi kaum pekerja dengan memprioritaskan layanan penitipan anak universal, penyediaan hunian dengan sewa terjangkau, serta layanan bus gratis.
Upacara sumpah jabatan publik Mamdani berlangsung di City Hall New York City. Sebelumnya, tepat tengah malam pada 1 Januari 2026, ia telah menjalani pengambilan sumpah tertutup di sebuah stasiun metro yang sudah tidak dipakai lagi di bawah City Hall. Mamdani memenangkan pemilu sela untuk memimpin kota terbesar di dunia tersebut pada tahun 2025 lalu.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Dalam pidato publik pertamanya, pria Muslim itu menegaskan komitmennya. “Kami akan bertanggung jawab kepada seluruh warga New York, bukan kepada miliarder atau oligarki mana pun yang mengira mereka dapat membeli demokrasi kita,” ujar Mamdani, seperti dikutip dari Reuters. Ia menambahkan, “Saya terpilih sebagai seorang sosialis demokrat dan saya akan memerintah sebagai seorang sosialis demokrat.”
Mureks mencatat bahwa pelantikan Mamdani menggunakan Al-Quran sebagai kitab suci untuk sumpah jabatannya. Sejumlah politikus Partai Demokrat terkemuka turut hadir dalam upacara tersebut, termasuk Senator Bernie Sanders dan Anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez.
Bernie Sanders, yang juga mantan bakal calon presiden Partai Demokrat, mendapat kesempatan berpidato. Dalam pidatonya, Sanders menyebut Mamdani sebagai inspirasi dan menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh agenda Wali Kota New York City yang baru. “Memastikan orang-orang dapat tinggal di perumahan yang terjangkau bukanlah hal yang radikal. Itu adalah hal yang benar dan pantas untuk dilakukan,” kata politikus Yahudi itu.
Sanders kemudian menyerukan agar warga kaya di New York City dikenai pajak yang lebih besar. Seruan tersebut memicu sorakan positif dari para pendukung Mamdani yang hadir, yang kemudian meneriakkan yel-yel, “pajaki orang kaya!”






