Nasional

Waspada Love Scamming: Modus Kejahatan Siber Berkedok Asmara yang Mengancam Finansial dan Mental

Modus penipuan berkedok cinta, atau yang dikenal sebagai love scamming, semakin marak terjadi di tengah masyarakat, terutama melalui platform media sosial dan aplikasi kencan daring. Kejahatan siber ini memanfaatkan kerentanan emosional korban dengan membangun hubungan palsu yang intens, menjanjikan asmara serius, namun dengan tujuan akhir menguras harta, data pribadi, bahkan merusak kondisi psikologis.

Menurut unggahan akun TikTok @ditjen_imigrasi, secara sederhana love scamming merupakan bentuk kejahatan siber, di mana pelaku membangun hubungan emosional yang palsu dengan korban untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Hubungan ini sering kali berlangsung cukup lama, menciptakan ikatan emosional dan kepercayaan yang mendalam pada korban sebelum pelaku melancarkan aksinya.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Mengenali Modus Operandi Love Scamming

Para pelaku love scamming memiliki pola dan taktik yang terstruktur untuk menjerat korbannya. Catatan Mureks menunjukkan, ada beberapa modus utama yang perlu diwaspadai:

  • Perhatian Intens di Awal: Pelaku akan sangat aktif mengirim pesan, bersikap romantis, cepat menyatakan cinta, bahkan langsung membicarakan pernikahan. Strategi ini bertujuan membangun rasa aman dan kepercayaan korban secara cepat.
  • Identitas dan Profil Palsu: Foto profil yang digunakan sering kali mencerminkan sosok berwibawa seperti tentara, dokter, atau pebisnis sukses. Nama, pekerjaan, dan latar belakang keluarga yang disajikan umumnya sepenuhnya palsu.
  • Selalu Menghindari Pertemuan Fisik: Saat korban mengajak bertemu, pelaku akan selalu memiliki alasan, seperti sedang bertugas di luar negeri, menjalani proyek besar, atau tinggal di negara lain. Ini dilakukan agar hubungan tetap terbatas di dunia maya.
  • Permintaan Uang dengan Alur Drama: Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku mulai meminta uang dengan berbagai dalih dramatis. Contohnya seperti biaya pengobatan keluarga yang sakit, kecelakaan, modal bisnis, atau bahkan biaya pelepasan hadiah yang tertahan di bea cukai.
  • Ancaman dan Manipulasi: Jika korban mulai curiga atau menolak mengirim uang, pelaku dapat berubah menjadi agresif. Informasi pribadi korban yang telah dikumpulkan dapat disalahgunakan untuk mengancam reputasi atau keamanan korban.

Dampak Serius dan Ancaman TPPO

Dampak dari love scamming tidak hanya terbatas pada kerugian finansial. Banyak korban mengalami trauma emosional yang serius akibat merasa dikhianati dan dimanipulasi. Lebih jauh lagi, kebocoran data pribadi korban berpotensi disalahgunakan, bahkan dapat menjerumuskan korban pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Langkah Antisipasi untuk Melindungi Diri

Untuk mengantisipasi dan menghindari menjadi korban love scamming, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan bijak dalam berinteraksi di dunia digital. Jangan mudah percaya pada janji manis dari orang yang baru dikenal secara daring, terutama jika sudah menyangkut permintaan uang atau informasi pribadi yang sensitif.

Dengan memahami modus operandi kejahatan ini, setiap individu dapat mengambil langkah antisipasi sejak dini untuk melindungi diri dari ancaman love scamming.

Mureks