Keuangan

Warner Bros. Discovery Tolak Tawaran Paramount Skydance, Samuel Di Piazza Jr.: Netflix Lebih Menguntungkan

Warner Bros. Discovery (WBD) secara resmi kembali menolak tawaran akuisisi dari Paramount Skydance. Keputusan ini diumumkan pada Jumat, 9 Januari 2026, dengan direksi WBD merekomendasikan pemegang saham untuk mendukung penawaran rival, Netflix.

Penolakan ini didasarkan pada penilaian direksi bahwa tawaran Paramount tidak memberikan nilai yang memadai bagi perusahaan maupun pemegang saham. Sebaliknya, kesepakatan dengan Netflix dinilai menawarkan nilai lebih baik dan kepastian yang lebih tinggi.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Alasan Penolakan dan Perbandingan Tawaran

Ketua Warner Bros Discovery, Samuel Di Piazza Jr., menegaskan sikap perusahaan. “Penawaran Paramount memberikan nilai yang kurang memadai dan mengandung risiko tinggi, termasuk jumlah pembiayaan utang yang luar biasa besar serta kurangnya perlindungan jika transaksi gagal,” ujar Di Piazza Jr., dikutip dari AP News. Ia menambahkan, “Sebaliknya, kesepakatan dengan Netflix menawarkan nilai lebih baik dan kepastian yang lebih tinggi.”

Sebelumnya, Paramount Skydance mengajukan tawaran agresif senilai 77,9 miliar dollar AS untuk mengakuisisi seluruh perusahaan Warner Bros. Di sisi lain, Netflix hanya mengincar bisnis studio dan streaming WBD, termasuk produksi TV, film, serta platform HBO Max, dengan nilai 72 miliar dollar AS.

Pemegang saham Warner Bros memiliki batas waktu hingga 21 Januari 2026 untuk menyerahkan sahamnya (tender offer). Paramount sendiri belum memberikan komentar terkait penolakan terbaru ini.

Dukungan Finansial dan Kekhawatiran WBD

Pada akhir Desember 2025, Paramount Skydance telah mendapatkan jaminan pribadi senilai 40,4 miliar dollar AS dari Larry Ellison, pendiri Oracle dan ayah dari CEO Paramount, David Ellison. Paramount juga menaikkan kompensasi senilai 5,8 miliar dollar AS kepada pemegang saham jika transaksi gagal karena regulasi, menyaingi biaya pembatalan yang ditawarkan Netflix.

Mureks mencatat bahwa Warner Bros. Discovery menganggap tawaran Paramount sebagai leveraged buyout yang sarat utang. Kekhawatiran utama WBD adalah bahwa hal ini akan membatasi operasional perusahaan selama transaksi berlangsung dan menghambat kinerja Warner Bros Discovery di masa depan.

Implikasi Akuisisi dan Pengawasan Otoritas

Perbedaan target akuisisi menjadi poin krusial. Netflix hanya menginginkan bisnis studio dan streaming, sementara Paramount mengincar seluruh perusahaan, termasuk jaringan CNN dan Discovery. Jika Netflix berhasil memenangkan akuisisi, unit berita dan kabel Warner akan dipisah menjadi perusahaan terpisah, sesuai rencana sebelumnya.

Proses merger dengan kedua perusahaan diperkirakan akan memakan waktu lebih dari setahun dan akan berada di bawah pengawasan ketat otoritas antitrust AS. Tekanan politik juga berpotensi memengaruhi keputusan, mengingat Presiden Donald Trump sempat menyatakan keterlibatan pribadi dalam pengambilan keputusan.

Kelompok industri hiburan, seperti Cinema United yang mewakili lebih dari 60.000 layar bioskop, telah menyatakan keprihatinan serius terhadap kedua tawaran tersebut. Mereka khawatir akuisisi ini dapat berdampak negatif bagi penonton dan pekerja bioskop, serta berpotensi mengurangi keragaman film dan lapangan kerja akibat konsolidasi lebih lanjut di industri.

Mureks