Gunungan sampah yang telah menahun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, akhirnya mulai diangkut setelah menimbulkan keluhan serius dari warga sekitar. Bau busuk menyengat dan tumpukan yang mengganggu pemandangan menjadi pemandangan sehari-hari bagi penduduk setempat.
Roni, seorang warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah Kramat Jati, mengungkapkan bahwa bau busuk dari tumpukan sampah tersebut dapat tercium hingga radius ratusan meter dari lokasi pasar. “Kalau biasa tidak bau. Tapi kalau pas dibongkar atau musim hujan itu baunya sampai tempat saya, RT 3, sekitar 200 meteran tercium,” kata Roni, seperti dipantau Mureks pada Jumat (9/1/2026).
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Menurut Roni, permasalahan bau sampah ini bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung bertahun-tahun. “Wah sudah lama sekali. Tahunan, bukan bulan. Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tumpukan sampah kerap menggunung, terutama saat pengangkutan terhambat. “Kadang-kadang kalau pas diambilin ya tidak menggunung. Tapi kalau pas tidak diambil ya gitu. Alasannya kan TPA Bantar Gebang lagi macet. Ya itu urusan pengelola. Tapi dampaknya ke warga,” jelas Roni.
Roni juga merasakan langsung dampak bau busuk yang masuk hingga ke dalam rumah. “Asli bau. Sampai ke dalam-dalam rumah. Kadang-kadang sampai bilang, ‘duh, ini bau sampahnya sampai begini’,” keluhnya. Sumber bau didominasi sampah sayuran busuk dari aktivitas pasar, yang volumenya jauh lebih besar dibandingkan sampah rumah tangga.
Warga lain, Syahrul (50), turut mengeluhkan kondisi serupa. Tumpukan sampah tersebut menarik banyak lalat, terutama saat musim buah, yang kemudian berdatangan ke rumah-rumah warga. “Sudah lama, sudah bukan lama lagi, sudah tahunan seperti ini, tapi hampir ada sebulan terakhir lah yang tinggi,” kata Syahrul.
Syahrul menambahkan bahwa warga sekitar enggan menyampaikan protes secara langsung kepada pengelola pasar maupun Dinas Lingkungan Hidup. “Tidak ada yang berani ngomong gitu aja. Tidak ada yang berani demo, tidak ada yang berani cuma hanya marah sendiri-sendiri aja ngomong begini,” ungkapnya.
Pengangkutan Sampah Dimulai, Armada Ditambah
Setelah menjadi sorotan publik dan keluhan warga, tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati mulai dibersihkan. Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengonfirmasi bahwa sepuluh truk telah dikerahkan untuk mengangkut sampah.
Agus Lamun menjelaskan, “Alhamdulillah, sekarang ini, sudah ada tambahan armada, baik dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air maupun dari Dinas Lingkungan Hidup. Hari ini, sudah tercatat hampir 10 armada yang masuk dari rencana 20 armada yang disiapkan.” Penambahan armada ini merupakan respons terhadap volume sampah yang masif.
Pembersihan melibatkan puluhan personel kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan UPK Badan Air. Mereka bekerja sejak Kamis pagi, 8 Januari 2026, dengan aktivitas bongkar muat sampah dimulai pukul 05.30 WIB.
Alat berat juga disiagakan untuk mempercepat proses pengangkutan, mengingat volume sampah yang menggunung tidak memungkinkan penanganan manual sepenuhnya. Petugas juga menyisir jalur akses pasar untuk memastikan tidak ada sampah yang tercecer.
Agus menegaskan fokus operasi saat ini adalah penanganan tumpukan sampah yang sudah mengeras dan menimbulkan bau menyengat. “Hari ini, kita berfokus pada penanganan gunungan sampah yang sekarang ada. Setelah itu, baru akan kita koordinasikan lagi untuk memastikan setiap harinya,” jelas Agus.
Pengelola pasar berharap operasi pengangkutan berskala besar ini dapat memulihkan kualitas lingkungan. Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah harian dan mencegah penumpukan berulang.






