Internasional

Wanita 37 Tahun Tewas Ditembak Agen Imigrasi AS di Minneapolis, Picu Protes Massal

Seorang wanita berusia 37 tahun, Renee Nicole Good, tewas ditembak oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di Minneapolis, Minnesota, pada Rabu (7/1/2025) waktu setempat. Insiden tragis ini terjadi di tengah gelombang operasi besar-besaran terhadap imigran yang diperintahkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, memicu bentrokan terbuka antara otoritas lokal dan pemerintah pusat.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) federal bergerak cepat mengklaim bahwa penembakan tersebut merupakan tindakan membela diri. Juru bicara DHS, Tricia McLaughlin, menyebut pengemudi tersebut sebagai “perusuh yang kejam” yang mencoba menabrak petugas dalam apa yang ia gambarkan sebagai “aksi terorisme domestik”.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Namun, pihak keluarga korban membantah klaim tersebut. Ibunda Renee, Donna Ganger, menegaskan bahwa putrinya bukanlah tipe orang yang akan melakukan konfrontasi fisik, apalagi menyerang agen federal. Menurut Mureks, Renee Nicole Good dikenal sebagai warga lokal yang sangat penyayang oleh pihak keluarga dan komunitasnya.

Kesaksian warga di sekitar lokasi kejadian menggambarkan suasana mencekam. Tim medis terlihat berupaya melakukan resusitasi jantung paru (CPR) terhadap Renee di dekat tumpukan salju sebelum ia dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Insiden penembakan ini sontak memicu gelombang protes dari ratusan warga yang turun ke jalan di Minneapolis. Aksi unjuk rasa tersebut ditanggapi dengan tindakan represif oleh agen federal bersenjata lengkap, yang menggunakan gas air mata dan bahan kimia iritan lainnya untuk membubarkan massa.

Operasi besar-besaran di Minnesota ini melibatkan sekitar 2.000 petugas federal yang dikerahkan untuk menangkap tersangka penipuan kesejahteraan, pembunuh, hingga anggota geng. Mureks mencatat bahwa langkah ini menyusul tuduhan penipuan bantuan sosial berskala besar yang melibatkan imigran Somalia, kelompok yang sebelumnya sempat mendapatkan label negatif dari Presiden Trump.

Mureks