Internasional

Tumpukan Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Pengelola Ungkap Keterbatasan Armada DLH

Tumpukan sampah menggunung setinggi alat berat terpantau di tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, pada Jumat (9/1/2026). Pemandangan ini tidak hanya mengganggu estetika tetapi juga menimbulkan bau tak sedap yang menyengat, terutama dari dominasi sampah sayuran busuk akibat aktivitas jual beli di pasar.

Menurut salah satu petugas di lokasi, gunungan sampah ini telah terjadi selama lebih dari sepekan. Kondisi ini memaksa pengerahan sejumlah alat berat, termasuk truk pengangkut dan ekskavator, untuk mengatasi volume sampah yang terus menumpuk.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menjelaskan bahwa penyebab utama penumpukan sampah yang mencapai 120 hingga 150 ton per hari ini adalah keterbatasan armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Keterbatasan tersebut, menurut Agus, disebabkan oleh berbagai kendala, salah satunya kerusakan pada armada pengangkut sampah yang ada.

“Namun demikian, maksimal yang bisa dilakukan oleh Sudin itu hanya sekitar 8,” ujar Agus Lamun, merujuk pada jumlah armada yang bisa dioperasikan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup, padahal idealnya dibutuhkan 12 hingga 15 armada setiap hari untuk membersihkan sampah secara optimal.

Dalam ringkasan Mureks, pengelola pasar menargetkan pengangkutan seluruh tumpukan sampah di sekitaran TPS Pasar Induk Kramat Jati dapat rampung dalam waktu satu pekan. Target ini juga mencakup pembersihan sampah-sampah yang tercecer di kawasan pasar.

Mureks