Nasional

Wali Kota Medan Rico Waas Pastikan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Balita Korban Peluru Nyasar di Belawan

Wali Kota Medan, Rico Waas, memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan Asmi Anggraini (4), balita yang menjadi korban peluru nyasar saat tawuran di Belawan, Kota Medan. Insiden tragis ini terjadi pada Senin (5/1), menyebabkan Asmi mengalami luka di bagian kelopak mata.

Rico Waas menegaskan komitmennya untuk membantu keluarga korban. “Intinya keluarga tidak perlu khawatir. Itu saya yang cover lah. Artinya, keluarga tidak perlu khawatir, lah. Intinya seperti itu,” kata Rico saat dihubungi pada Rabu (7/1).

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Menurut Rico, korban telah menjalani proses skrining oleh dokter dan kondisinya terus dipantau. “Mudah-mudahan anaknya pun tetap bisa kita pantau baik, kondisinya stabil,” tambahnya.

Keterkejutan Ibu Korban dan Bantuan Cepat

Romanda Siregar (33), ibu Asmi, mengaku terkejut dan bersyukur atas kedatangan Wali Kota Medan yang menjenguk anaknya di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) pada Selasa malam (6/1). Romanda menceritakan janji Wali Kota untuk menanggung semua biaya. “Jadi Pak Wali Kota bilang ‘sudah engga usah dipikirin bu, yang penting pikirkan kesehatan si adik’. ‘Masalah biaya, apapun itu engga perlu dipikirkan, itu urusan saya, cuma ibu pikirkan si adik saja’,” ujar Romanda.

Romanda menjelaskan, awalnya Asmi dirawat di Rumah Sakit dr. Pringadi Medan. Namun, karena tidak tersedianya dokter spesialis mata, ia berinisiatif membawa anaknya ke Rumah Sakit USU. Mureks mencatat bahwa proses pendaftaran di RS USU turut dibantu oleh Kapolrestabes Medan yang kebetulan datang menjenguk.

Kondisi Asmi saat ini mulai membaik. Dokter saraf telah memeriksa dan menemukan serpihan tulang yang pecah di sekitar mata. “Belum dioperasi. Katanya kalau engga hari ini ya besok, karena banyak kali kendalanya. Jadi banyak dokter yang ikut berpartisipasi gitu,” kata Romanda. Ia menambahkan, “Ini aja barusan dokter bedah saraf ke mari periksa, karena ada serpihan tulang yang pecah mengenai mata. Agak susah juga mengambilnya (peluru), karena itu di belakang rongga mata bersarang.”

Penjelasan Pihak Rumah Sakit USU

Humas Rumah Sakit Chairuddin P. Lubis (CPL) USU, Mufti Husni, mengonfirmasi bahwa Asmi masih dalam tahap observasi dan akan menjalani operasi. “Ini lagi masih ditindaklanjuti sama dokter. Ada kemungkinan masih observasi, ada kemungkinan untuk ditindak operasi. Kemungkinan besar hari ini (operasi), beberapa dokter merawat anaknya,” jelas Mufti.

Mufti juga menyebutkan bahwa kondisi mata kanan Asmi mengalami pembengkakan. “Kondisi mata sejauh ini ya ketutup bengkak itu. Ketutup bengkak matanya,” ucapnya.

Kronologi Kejadian Peluru Nyasar

Insiden peluru nyasar terjadi pada Senin (5/1) saat Asmi bersama ibunya menaiki becak untuk menjemput ayahnya di Pajak Baru. Di tengah perjalanan, mereka terjebak dalam tawuran yang menyebabkan lalu lintas macet. Tiba-tiba, Asmi menjerit dan Romanda terkejut melihat darah bercucuran dari kelopak mata anaknya.

Romanda segera memeluk Asmi dan berusaha membawanya ke Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Medan. Namun, akses terhambat akibat tawuran. Akhirnya, Asmi dilarikan ke Rumah Sakit dr. Pringadi Medan untuk penanganan awal.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui jenis senjata yang digunakan dalam tawuran tersebut. “Lagi sedang dilidik ya. Apakah dia kena senapan atau tidak, karena belum ada hasil pastinya,” kata Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Wahyudi Rahman, pada Selasa (6/1).

Referensi penulisan: kumparan.com

Mureks