Internasional

Venezuela Bergejolak: Ribuan Pendukung Maduro Angkat Senjata Tolak Intervensi AS

Ribuan pendukung Presiden Nicolas Maduro turun ke jalan di Caracas, Venezuela, pada Minggu (4/1/2026). Aksi massa ini digelar sehari setelah Maduro dilaporkan ditangkap dan diusir dari negaranya oleh Amerika Serikat, memicu seruan pembebasan pemimpin mereka.

Anggota milisi yang dikenal sebagai Colectivos memimpin pawai, menunjukkan penolakan keras terhadap operasi AS yang dinilai melanggar kedaulatan nasional Venezuela. Dalam pantauan Mureks, para demonstran membawa miniatur patung Maduro berbalut kostum pahlawan super, sambil meneriakkan slogan, “Venezuela bersama Nicolas.”

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Beberapa pendukung bahkan terlihat membawa senapan dan atribut simbolik lainnya. Figur aksi Maduro yang digambarkan sebagai “Super Bigote” dan istrinya, Cilia Flores, sebagai “Super Cilita,” juga turut dibawa sebagai bentuk kesetiaan kepada pemimpin mereka.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menyerang Venezuela dan menangkap Maduro dalam sebuah operasi semalam pada Sabtu. Trump menegaskan Washington akan menempatkan Venezuela di bawah kendali Amerika untuk sementara waktu, termasuk dengan mengerahkan pasukan AS jika diperlukan.

Para pengunjuk rasa menilai langkah AS tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap keamanan dan kedaulatan Venezuela. Mereka juga secara tegas menolak kemungkinan pembentukan pemerintahan baru yang dipilih atau didukung oleh Amerika Serikat.

Seniman Emperatriz Vazquez mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap peristiwa tersebut. Ia mempertanyakan bagaimana pesawat-pesawat AS bisa memasuki wilayah udara Venezuela tanpa perlawanan. “Saya tidak mengerti bagaimana pesawat-pesawat itu bisa masuk begitu saja. Bagaimana ini bisa terjadi tanpa satu pun serangan balasan?” ujarnya.

Sementara itu, Yolanda Ivimas, seorang perwakilan medis, menegaskan penolakan terhadap campur tangan asing. “Kami bebas dan berdaulat. Donald Trump tidak bisa mengambil minyak kami. Maria Corina, Rubio, Edmundo—tidak satu pun dari mereka akan memerintah kami. Kami punya presiden, dan namanya Nicolas Maduro,” katanya.

Mureks mencatat bahwa Nicolas Maduro kini ditahan di pusat penahanan New York dan dijadwalkan menjalani sidang pengadilan pada Senin (5/1/2025) atas tuduhan narkoba.

Mureks