Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, dilaporkan mengalami patah tulang pinggul setelah terjatuh di kediamannya. Insiden ini terjadi saat Mahathir, yang kini berusia 100 tahun, baru saja menyelesaikan latihan jalan cepat rutin.
Putra Mahathir, Mukhriz Mahathir, menjelaskan bahwa pertimbangan usia menjadi faktor utama dalam keputusan medis. Dokter memutuskan untuk tidak melakukan operasi dan memilih jalur rehabilitasi.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Keputusan Medis dan Proses Pemulihan
Mukhriz menyampaikan keputusan tersebut dalam sebuah video yang dibagikan di grup WhatsApp partai politiknya pada Rabu (7/1/2026).
“Terutama mengingat usianya yang kini telah mencapai 100 tahun, oleh karena itu operasi bukanlah pilihan yang baik,” kata Mukhriz, seperti dikutip AFP.
Ia menambahkan, dokter spesialis menyarankan agar Mahathir menjalani proses rehabilitasi standar. “Kami disarankan agar beliau menjalani proses rehabilitasi, yang tentu akan memakan waktu. Tujuannya agar beliau bisa kembali ke kondisi kesehatannya yang biasa dan terus menjalankan aktivitasnya seperti selama ini,” jelas Mukhriz.
Mureks mencatat bahwa keputusan untuk memilih rehabilitasi dibandingkan operasi pada usia senja seperti Mahathir Mohamad adalah pendekatan medis yang umum untuk meminimalkan risiko komplikasi.
Sebelumnya, ajudan Mahathir, Sufi Yusoff, mengonfirmasi bahwa Mahathir dilarikan ke Institut Jantung Nasional di Kuala Lumpur pada Selasa (6/1/2026) menggunakan ambulans. Saat itu, Mahathir dalam kondisi sadar. Dokter kemudian memastikan adanya patah tulang di pinggul kanan.
“Beliau diperkirakan akan tetap dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu ke depan untuk perawatan dan observasi,” ujar Sufi.
Kondisi dan Permintaan Privasi Keluarga
Putri Mahathir, Marina Mahathir, menyatakan bahwa cedera yang dialami ayahnya serius namun tidak mengancam nyawa.
“Cedera ini serius tetapi tidak berbahaya,” kata Marina, seperti dikutip kantor berita nasional Bernama.
Dalam pesan singkat kepada AFP, Marina juga menambahkan, “Ayah baik-baik saja, tetapi patah tulang pinggul selalu menyakitkan di usia berapa pun. Di usia 100 tahun, jatuh atau patah tulang sekecil apa pun akan berdampak besar, sehingga butuh waktu untuk pulih.”
Mukhriz juga menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan publik, seraya meminta privasi bagi keluarganya selama proses pemulihan. “Saya memohon kepada semua orang untuk memberi Tun Mahathir ruang untuk beristirahat dan pulih sepenuhnya,” pintanya.
Latar Belakang Kesehatan dan Karier Politik
Mahathir Mohamad diketahui memiliki riwayat masalah kesehatan, termasuk pernah menjalani operasi bypass jantung. Ia menjabat sebagai perdana menteri Malaysia dalam dua periode, yakni 1981-2003 dan kembali memimpin pada 2018-2020.
Pada masa jabatan keduanya, Mahathir mencatat sejarah sebagai pemimpin terpilih tertua di dunia setelah menjabat pada usia 94 tahun.
Referensi penulisan: www.cnbcindonesia.com






