Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan keras anggota DPR dari Partai Republik terkait potensi pemakzulan dirinya. Ia menegaskan bahwa kegagalan memenangkan pemilihan sela Kongres pada November 2026 akan membuka jalan bagi upaya pemakzulan baru oleh oposisi.
Peringatan ini disampaikan Trump dalam sebuah pertemuan dengan para legislator Partai Republik di Washington pada Selasa (7/1/2026) waktu setempat. Menurutnya, kekalahan dalam pemilu sela akan memberikan alasan yang tepat bagi Partai Demokrat untuk melengserkannya dari jabatannya.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
“Anda harus memenangkan pemilihan sela karena, jika kita tidak memenangkannya, mereka akan menemukan alasan untuk memakzulkan saya,” kata Trump di hadapan anggota parlemen, seperti dikutip Reuters, Rabu (8/1/2026). “Saya akan dimakzulkan,” tambahnya.
Strategi Trump Hadapi Pemilu Sela 2026
Sejak awal tahun, Trump secara agresif menekan sekutunya di DPR AS untuk bersatu dan menyingkirkan perbedaan internal. Ia mendorong partainya untuk lebih gencar “menjual” sejumlah kebijakan, termasuk isu gender, perawatan kesehatan, dan integritas pemilu.
Desakan ini muncul di tengah frustrasi banyak pemilih akibat tingginya biaya hidup. “Mereka selalu mengatakan ketika Anda menang pemilihan presiden, Anda akan kalah di pemilu sela,” ujar Trump. “Saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan pikiran publik,” tambahnya.
Tekanan publik untuk fokus pada persoalan domestik, terutama inflasi dan harga-harga, memang meningkat. Namun, Trump kembali menyalahkan Partai Demokrat atas masalah tersebut dan meminta Partai Republik mengandalkan sentimen positif dari penguatan pasar saham AS.
Pertemuan legislator tersebut digelar di John F. Kennedy Center for the Performing Arts. Mureks mencatat bahwa Trump sebelumnya telah membersihkan dewan pengawas pusat tersebut dari pejabat yang ditunjuk Partai Demokrat. Pada Desember lalu, dewan yang tersisa sepakat menambahkan nama Trump dalam penamaan pusat seni tersebut.
Dalam pidato sekitar 84 menit, Trump juga mengulang sejumlah klaim yang diperdebatkan, termasuk soal tingkat kriminalitas di Washington, DC. Data kepolisian setempat mencatat masih terjadi pembunuhan, dengan total 127 kasus sepanjang 2025.
Pemilu sela pada November 2026 akan memperebutkan seluruh kursi DPR AS dan sepertiga kursi Senat. Secara historis, presiden petahana hampir selalu kehilangan kursi DPR dalam pemilu tersebut. Meski demikian, Trump tetap optimistis dan memprediksi Partai Republik akan meraih “kemenangan epik”. Namun, ia mengeluhkan adanya sejumlah anggota yang dinilainya “kurang patuh”.
Dalam isu perawatan kesehatan, Trump mendesak Partai Republik lebih tegas melawan pesan Partai Demokrat yang mendorong perpanjangan subsidi asuransi Obamacare. Ia juga meminta kelompok konservatif agar lebih fleksibel terkait desakan memasukkan ketentuan Amandemen Hyde yang melarang penggunaan dana pajak untuk layanan aborsi.
“Semua ini isu yang sangat penting, tetapi Anda bisa mengendalikan perawatan kesehatan. Carilah solusinya,” katanya.
Sejarah Pemakzulan dan Tuduhan Baru
Trump sebelumnya telah dua kali dimakzulkan oleh DPR yang dikuasai Partai Demokrat pada periode 2017-2021, masing-masing terkait kebijakan Ukraina dan kerusuhan 6 Januari 2021. Dalam kedua kasus tersebut, Senat membebaskannya.
Kini, sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat kembali mengajukan pasal pemakzulan. Tuduhan baru terkait penyalahgunaan kekuasaan pada masa jabatan kedua.
Referensi penulisan: www.cnbcindonesia.com






