Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mendesak semua pihak yang berkonflik di Yaman untuk menahan diri dan mengedepankan dialog politik. Seruan ini muncul seiring memanasnya ketegangan antara kelompok separatis yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) dengan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman selatan.
Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan terkini di Republik Yaman. Kemlu RI secara spesifik menyoroti dinamika di Yaman selatan, seraya mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif. “Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan terkini di Republik Yaman, khususnya dinamika di Yaman selatan, seraya mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif, menahan diri,” tulis pernyataan Kemlu RI dalam unggahan di media sosial X, Rabu (7/1/2026).
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Kemlu RI juga menegaskan pentingnya dialog politik yang inklusif dan komprehensif. Menurut Kemlu, dialog merupakan kunci utama untuk menyelesaikan perbedaan yang ada secara adil dan damai. “Dalam rangka mencari solusi yang adil dan damai terkait Yaman selatan, Indonesia menyambut baik upaya Kerajaan Arab Saudi untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi komprehensif di Riyadh yang akan mempertemukan seluruh faksi yang ada di Yaman selatan,” lanjut pernyataan tersebut.
Mureks mencatat bahwa konflik di Yaman selatan telah mengalami eskalasi signifikan bulan lalu. Kelompok separatis berhasil merebut sejumlah besar wilayah, termasuk sebagian besar Provinsi Hadramawt yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh sempat terusir dari wilayah tersebut.
Namun, pekan lalu, koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan rentetan serangan udara dan serangan balasan di darat. Aksi ini berhasil memukul mundur pasukan separatis dari wilayah yang sebelumnya mereka kuasai. Koalisi pimpinan Saudi, seperti dilansir AFP pada Rabu (7/1), menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan baru. Langkah ini diambil dalam upaya mencegah pemimpin separatis Yaman, Aidaros Alzubidi, agar tidak semakin “meningkatkan konflik” dan memperluasnya ke wilayah Aldhale.
Dalam pernyataannya, koalisi pimpinan Saudi menegaskan bahwa pihaknya “bekerja sama dengan pemerintah Yaman dan otoritas lokal… untuk mendukung upaya keamanan dan menjaga ketertiban.” Sebagai bagian dari upaya meredakan bentrokan, Alzubidi dijadwalkan melakukan perjalanan ke Riyadh, ibu kota Saudi, pada Selasa (6/1) waktu setempat, untuk melakukan pembicaraan.
Referensi penulisan: news.detik.com






