Tren

Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Dua Faktor Utama Ejakulasi Dini pada Pria: Bukan Hanya Fisik

Ejakulasi dini, atau klimaks yang terlalu cepat, merupakan masalah umum yang kerap dialami pria dalam hubungan suami istri. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kepuasan pribadi pria, tetapi juga dapat berdampak signifikan pada kepuasan pasangan.

Menurut Ustaz Khalid Basalamah, persoalan ini tidak selalu berkaitan dengan faktor fisik semata. Dalam banyak kasus, akar masalah justru terletak pada kondisi psikologis seorang laki-laki. Penjelasan ini disampaikan Ustaz Khalid Basalamah dalam tayangan YouTube Atsar Muslim pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Dampak Ejakulasi Dini pada Pasangan

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa ejakulasi dini dapat memicu ketidakpuasan pada istri. “Banyak faktor-faktor penyebab ejakulasi dini sehingga membuat istri tidak puas dalam hubungan biologis karena laki-laki umumnya, biasanya kalau sudah menumpahkan sperma mereka akan membutuhkan waktu lagi untuk membangkitkan syahwatnya. Oleh karena itu, kalau dia ejakulasi dini, lebih dulu mengeluarkan atau klimaks daripada istrinya, ini biasanya berpengaruh pada istri, istrinya jadi tidak suka, ya. Ini tidak boleh ini juga sudah dirincikan oleh para ulama,” ujarnya.

Faktor Psikologis Utama

Lebih lanjut, Ustaz Khalid Basalamah mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkontribusi pada ejakulasi dini. Salah satu pemicu paling sering adalah masalah kepercayaan diri pria.

1. Kurangnya Kepercayaan Diri

Ketika seorang pria meragukan kemampuannya untuk membahagiakan pasangan secara biologis, kondisi psikologis ini dapat secara langsung memengaruhi performanya. “Faktor yang pertama biasanya, yang umumnya terjadi, kurang percayanya si laki-laki itu sendiri. Ini bisa menjadi faktor utama, kurang percayanya si laki-laki terhadap masalah biologis ini, sehingga akhirnya dia menganggap dirinya tidak bisa memuaskan istrinya. Ini pemahaman keliru, ini cuma permainan mindset saja. Bagaimana dia bisa mengatur itu? Kalau dia niatkan untuk bisa memberikan kepuasan istrinya, dan dia bisa mengontrol, insya Allah akan aman dengan sendirinya,” kata Ustaz Khalid Basalamah.

2. Terlalu Mencintai Pasangan

Faktor lain yang mungkin terdengar paradoks adalah ketika seorang pria terlalu mencintai pasangannya. Menurut Ustaz Khalid Basalamah, perasaan “terlalu tergila-gila” ini dapat memengaruhi kontrol diri saat berhubungan intim. Mureks mencatat bahwa fenomena ini menunjukkan kompleksitas emosi dalam hubungan biologis.

“Kemudian juga yang kedua, bisa juga karena pengaruh, si laki-laki terlalu mencintai pasangannya, dan itu ditarik dalam masalah biologis, artinya kita boleh mencintai pasangan. Tapi kadang-kadang kalau terlalu tergila-gila, tanda kutip disini, itu membuat juga ejakulasi dini biasanya. Karena dia tidak bisa kontrol syahwatnya maka ini juga semestinya dijadikan sebagai bahan yang harus lebih berhati-hati. Artinya pada saat biologis itu bukan lagi karena ini orang yang sangat syahwati, maka saya harus giner gitu, enggak. Dia bisa mengontrol itu, itu juga bisa menjadi faktor-faktor,” jelas beliau.

Ustaz Khalid Basalamah juga mengingatkan bahwa masalah ejakulasi dini yang tidak tertangani dengan baik berpotensi menyebabkan risiko perselingkuhan dalam rumah tangga.

Mureks