Tren

Rio Tinto Buka Opsi Pertahankan Bisnis Batu Bara Glencore di Tengah Pembicaraan Merger

Raksasa pertambangan global, Rio Tinto Group, dilaporkan terbuka untuk mempertahankan unit bisnis batu bara milik Glencore Plc. Potensi langkah ini muncul di tengah diskusi merger yang sedang berlangsung antara kedua perusahaan, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Jika kesepakatan merger tercapai dan Rio Tinto memutuskan untuk mempertahankan aset batu bara Glencore, hal ini akan menandai perubahan strategis yang signifikan bagi perusahaan. Sebelumnya, Rio Tinto telah berkomitmen untuk divestasi dari sektor batu bara, bahkan telah menyetujui penjualan tambang batu bara terakhirnya pada tahun 2018.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Glencore sendiri dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia. Perusahaan ini justru menggandakan investasinya pada bahan bakar fosil tersebut, bahkan ketika banyak pesaing besar, termasuk Rio Tinto, memilih untuk mundur dari bisnis batu bara akibat tekanan dari investor yang berfokus pada keberlanjutan.

Pada Kamis malam, Rio Tinto dan Glencore secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka sedang dalam tahap pembicaraan mengenai potensi penggabungan sebagian atau seluruh bisnis mereka. Pembicaraan ini merupakan bagian dari gelombang merger dan akuisisi yang lebih luas yang melanda industri pertambangan global.

Catatan Mureks menunjukkan, tren konsolidasi di sektor pertambangan ini sebagian besar didorong oleh ambisi produsen terbesar dunia untuk memperluas portofolio mereka, khususnya dalam bisnis tembaga. Tembaga menjadi komoditas vital dalam transisi energi global.

Mureks