Internasional

Trump Ungkap Detail Operasi Penangkapan Maduro: “Gelap dan Mematikan” di Caracas

Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer besar-besaran di Caracas, Venezuela, pada Sabtu, 05 Januari 2026, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya kini telah dibawa ke New York, AS. Setelah penangkapan tersebut, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS “bertanggung jawab” atas Venezuela, meskipun Caracas telah menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara.

Rencana Matang Berbulan-bulan: “Operasi Absolute Resolve”

Operasi penangkapan Maduro, yang dijuluki “Operasi Absolute Resolve”, bukanlah tindakan mendadak. Menurut laporan, AS telah merencanakan misi ini selama berbulan-bulan. Tim mata-mata khusus dikerahkan untuk memantau setiap gerak-gerik Maduro, termasuk di mana ia tidur, apa yang ia makan, pakaian yang dikenakan, bahkan hewan peliharaannya. Sebuah sumber di dalam pemerintahan Venezuela juga menjadi bagian dari tim kecil intelijen AS.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Seorang pejabat militer AS mengonfirmasi bahwa misi yang direncanakan ini telah diselesaikan pada awal Desember. Mureks mencatat bahwa intervensi militer ini merupakan yang pertama kali terjadi di Amerika Latin sejak era Perang Dingin, menunjukkan tingkat kerahasiaan dan perencanaan yang luar biasa.

Latihan Intensif dan Kerahasiaan Ketat

Pasukan khusus AS dilaporkan melakukan latihan sangat matang, bahkan membangun replika persis rumah persembunyian Maduro di Caracas. Latihan ini bertujuan untuk menguasai rute masuk dan detail operasi secara presisi. Kerahasiaan misi ini dijaga sangat ketat, bahkan Kongres AS disebut tidak mengetahui rencana intervensi militer ini.

“Selama beberapa minggu hingga Natal dan Tahun Baru, para pria dan wanita militer Amerika Serikat duduk siap, dengan sabar, menunggu pemicu yang tepat dan presiden memerintahkan kami untuk bertindak,” ujar Jenderal Dan Caine, seorang perwira militer AS, menggambarkan kesiapan pasukannya.

Misi 2 Jam 20 Menit di Caracas

Pada Sabtu dini hari, misi penangkapan yang berlangsung selama dua jam dua puluh menit itu dimulai. Militer AS melancarkan serangan terkoordinasi melalui udara, darat, dan laut. Ledakan keras dilaporkan terdengar di Caracas sekitar pukul 02:00 waktu setempat, dengan kepulan asap membumbung di atas kota.

Sebanyak 150 pesawat dikerahkan sepanjang malam, termasuk pesawat pembom, jet tempur, dan pesawat pengintai. Helikopter-helikopter juga terlihat terbang rendah di seluruh kota, dengan video-video menunjukkan ledakan terjadi di beberapa titik.

“Kami terbangun sekitar pukul 01:55 karena deru ledakan dan dengungan pesawat yang terbang di atas Caracas,” kata seorang saksi mata bernama Daniela. “Semuanya gelap gulita, hanya diterangi oleh kilatan ledakan di dekatnya.”

Lima Lokasi Diserang, Listrik Caracas Diputus

Setidaknya lima lokasi menjadi target serangan AS, meliputi Pelabuhan La Guaira, Pangkalan Udara Jenderal Francisco de Miranda, lapangan terbang La Carlota, Bandara Higuerote, dan Antenas El Vocan. Para pejabat AS menyatakan bahwa beberapa serangan menargetkan sistem pertahanan udara dan target militer lainnya.

Presiden Trump mengisyaratkan bahwa AS memutus aliran listrik di Caracas sebelum misi dimulai. “Lampu-lampu di Caracas sebagian besar dimatikan karena keahlian tertentu yang kami miliki,” kata Trump. Ia menambahkan, “Gelap dan mematikan.”

Delta Force Memimpin Penangkapan

Unit elit militer AS, Delta Force, bertanggung jawab atas penangkapan Maduro. Sumber-sumber menyebutkan bahwa satuan misi khusus terbaik ini bersenjata lengkap dan membawa obor las untuk memotong pintu logam rumah persembunyian Maduro. Pasukan tiba di lokasi Maduro tak lama setelah serangan dimulai, sekitar pukul 02:01 waktu setempat.

Trump menggambarkan rumah persembunyian itu sebagai “benteng” militer di jantung Caracas. Menurutnya, Maduro sudah mengetahui kedatangan militer AS. Pasukan AS mendapat tembakan saat tiba, bahkan salah satu helikopter AS terkena tembakan namun masih bisa terbang.

“Pasukan penangkapan turun ke kompleks Maduro dan bergerak dengan cepat, tepat, dan disiplin,” jelas Jenderal Caine. Trump menambahkan, “Mereka langsung masuk, dan mereka menerobos masuk ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak bisa ditembus, Anda tahu, pintu baja yang dipasang di sana hanya untuk alasan ini.”

Upaya Pelarian Maduro Gagal

Maduro dilaporkan sempat mencoba melarikan diri, namun upaya tersebut gagal. “Dia mencoba untuk pergi ke tempat yang aman, yang ternyata tidak aman, karena kami akan meledakkan pintunya dalam waktu sekitar 47 detik,” ungkap Trump.

Presiden AS itu melanjutkan, “Dia sampai di pintu. Dia tidak dapat menutupnya. Dia diserbu begitu cepat sehingga dia tidak masuk ke [ruangan] itu.”

Mureks