Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat keputusan mengejutkan dunia dengan memerintahkan serangan ke Kota Caracas dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Operasi militer ini berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di kediaman mereka tak lama setelah pasukan AS menyerbu ibu kota Venezuela.
Alasan Penangkapan Maduro: Tuduhan Pidana dan Perlindungan Personel AS
Sejumlah pejabat AS dan analis segera angkat bicara mengenai dasar penangkapan Nicolas Maduro. Senator dari Partai Republik, Mike Lee, mengungkapkan bahwa penangkapan ini berkaitan dengan aksi militer yang terjadi sebelumnya.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
“Ia (Marco Rubio) memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas tuduhan pidana di Amerika Serikat, dan bahwa aksi kinetik yang kita lihat malam ini dikerahkan untuk melindungi dan membela pihak yang melaksanakan surat perintah penangkapan tersebut,” tulis Lee, seperti dikutip CNN.
Lee menambahkan, tindakan tersebut dinilainya berada dalam kewenangan Presiden AS berdasarkan Pasal II Konstitusi Amerika Serikat. Pasal ini memberikan otoritas untuk melindungi personel AS dari ancaman serangan nyata maupun yang segera terjadi.
“Tindakan ini kemungkinan masuk dalam kewenangan inheren presiden untuk melindungi personel AS dari serangan aktual atau yang akan segera terjadi,” lanjutnya. Sebelumnya, Lee sempat mempertanyakan dasar konstitusional dari operasi militer yang dilakukan AS atas perintah Trump.
Dakwaan Narkoterorisme dan Senjata
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Pamela Bondi memperjelas bahwa penangkapan Maduro terkait kejahatan narkoterorisme dan penjualan senjata. Mureks mencatat bahwa tuduhan ini telah lama menjadi fokus penyelidikan AS terhadap rezim Maduro.
Mengutip dari akun X miliknya, Jaksa Agung AS Pamela Bondi mengatakan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, akan menghadapi sidang tuntutan pidana di tanah AS. Keduanya akan didakwa di pengadilan di New York, AS, dengan sejumlah dakwaan serius.
“Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, didakwa di distrik selatan New York. Nicolas Maduro telah didakwa dengan konspirasi Narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata api dan perangkat destruktif lainnya, dan konspirasi untuk menggunakan senjata mesin dan perangkat destruktif terhadap Amerika Serikat,” ujar Bondi dalam unggahan di akun X-nya, @AGPamBondi, dikutip Sabtu malam WIB.
“Mereka akan segera menghadapi murka sepenuhnya dari hukum Amerika di tanah Amerika di pengadilan Amerika,” imbuhnya.
Maduro dan Cilia Flores telah mendarat di New York dengan pengawalan ketat pada Sabtu (3/1) waktu setempat untuk menghadapi dakwaan di pengadilan federal Manhattan.
Motif Penguasaan Minyak Venezuela?
Di sisi lain, sejumlah pihak, termasuk para pemimpin dari negara Kolombia hingga Kuba, menilai penangkapan Maduro memiliki motif tersembunyi. Mereka berpendapat bahwa tindakan AS ini bertujuan untuk memaksakan jatuhnya rezim Maduro demi penguasaan minyak dan gas negara tersebut.
Presiden Trump sendiri secara blak-blakan menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan raksasa minyak dan gas dari AS bersiap menggelontorkan investasi miliaran dolar AS untuk mengelola minyak di Venezuela.
“Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump dalam konferensi pers di kediamannya Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, dikutip dari CNBC.
“Mari kita mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” kata Trump, menambahkan.






