Internasional

Trump: “Sungguh Luar Biasa Disaksikan” Saat Pantau Penangkapan Presiden Venezuela Maduro

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan memantau langsung operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Misi yang diperintahkan Trump itu disaksikannya seperti sedang menonton ‘acara televisi’ dari klub miliknya di Palm Beach, Florida.

Operasi penangkapan Maduro, yang disebut sebagai intervensi militer AS terbesar di Amerika Latin sejak Perang Dingin, dipantau Trump bukan dari ruang situasi Gedung Putih. Ia berada di klub Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach, Florida, dikelilingi oleh para penasihatnya. Mureks mencatat bahwa Trump didampingi Direktur CIA John Ratcliffe dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio saat menyaksikan siaran langsung operasi tersebut.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Trump mengungkapkan kekagumannya pada Sabtu (3/1). “Sungguh luar biasa untuk disaksikan,” kata Trump. Ia menambahkan, “Jika Anda melihat apa yang terjadi, maksud saya, saya menontonnya seperti sedang menonton acara televisi. Dan jika Anda melihat kecepatannya, kekerasannya itu sungguh menakjubkan, pekerjaan luar biasa yang dilakukan orang-orang ini.”

Dalam beberapa bulan terakhir sebelum operasi, ribuan pasukan AS telah dikerahkan di sekitar Venezuela. Pengerahan militer terbesar dalam beberapa dekade terakhir ini juga melibatkan sebuah kapal induk dan puluhan kapal perang.

Trump sebelumnya menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba dan terorisme narkoba, tuduhan yang telah dibantah keras oleh Maduro.

Tanda-tanda pertama dari operasi yang diberi nama ‘Operasi Absolute Resolve’ ini terlihat di langit. Menurut pejabat AS, lebih dari 150 pesawat, termasuk pesawat pembom, jet tempur, dan pesawat pengintai, akhirnya dikerahkan sepanjang malam. Operasi ini telah direncanakan selama berminggu-minggu dan dirahasiakan dengan ketat.

Kongres AS bahkan tidak diberitahu atau dikonsultasikan sebelumnya mengenai misi ini. Trump beralasan bahwa Kongres lebih mudah bocor informasinya.

Perintah dari Trump untuk memulai misi datang pada pukul 22.46 EDT Jumat atau sekitar 09.46 WIB, Sabtu (3/1). Misi tersebut berlangsung selama dua jam dua puluh menit melalui udara, darat, dan laut, mengejutkan banyak pihak. “Dia mengatakan kepada kami, dan kami menghargainya ‘semoga berhasil dan Tuhan memberkati’,” ujar Jenderal Caine. Perintah Trump ini memungkinkan militer beroperasi sebagian besar pada malam hari, dalam kegelapan, sesaat sebelum tengah malam di Caracas.

Dari segi skala dan ketelitian, serangan ini hampir belum pernah terjadi sebelumnya dan langsung menuai kecaman dari beberapa kekuatan regional. Presiden Brasil Lula da Silva menyatakan bahwa penangkapan pemimpin Venezuela dengan kekerasan tersebut menetapkan “preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional”.

Mureks