Nasional

Trump: “Banyak Warga Kuba Kehilangan Nyawa” Saat Operasi Militer AS di Venezuela

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim sejumlah besar warga Kuba tewas dalam operasi militer AS di Venezuela. Serangan tersebut berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1).

Pernyataan tersebut disampaikan Trump usai konferensi pers terkait operasi militer. Dalam wawancara dengan The New York Post yang dilansir AFP pada Minggu (4/1), Trump menyebut warga Kuba menjadi korban karena terlibat langsung dalam upaya melindungi Maduro.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Klaim Korban Jiwa dari Kuba

“Anda tahu, banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka tadi malam. Tahukah Anda itu?” kata Trump, seperti dikutip Mureks. “Banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka. Mereka melindungi Maduro. Itu bukan langkah yang baik,” lanjutnya.

Meski demikian, Trump tidak merinci jumlah pasti warga Kuba yang tewas dalam serangan tersebut. Hingga kini, baik pemerintah Venezuela maupun Amerika Serikat belum merilis data resmi korban jiwa akibat operasi militer yang berujung pada penangkapan Maduro itu. Trump hanya memastikan tidak ada warga Amerika yang tewas dalam insiden tersebut.

Ketergantungan Kuba pada Venezuela

Kuba dan Venezuela dikenal sebagai sekutu dekat di Amerika Latin. Kedua negara menganut ideologi komunis dan sama-sama menghadapi sanksi ekonomi dari Amerika Serikat. Selama puluhan tahun, Kuba sangat bergantung pada Venezuela, terutama dalam hal dukungan ekonomi dan pasokan bahan bakar.

Menjelang serangan AS, ketika Washington mengerahkan kekuatan militernya di kawasan Karibia, sejumlah laporan media AS menyebut Maduro sangat bergantung pada penasihat serta pengawal dari Kuba untuk menjaga keamanannya.

Trump menilai ketergantungan tersebut justru berujung fatal. “Kuba selalu sangat bergantung pada Venezuela. Dari sanalah mereka mendapatkan uang, dan mereka melindungi Venezuela, tetapi dalam kasus ini, itu tidak berjalan dengan baik,” ujar Trump.

Peringatan untuk Havana

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut memberikan peringatan kepada pemerintah Kuba. “Jika saya tinggal di Havana dan berada di pemerintahan, setidaknya saya akan sedikit khawatir,” kata Rubio.

Meski demikian, Trump menegaskan tidak berencana melakukan aksi militer terhadap Kuba, yang saat ini tengah dilanda krisis ekonomi. “Tidak, Kuba akan runtuh dengan sendirinya. Kuba sedang berada dalam kondisi yang sangat buruk,” tandas Trump.

Mureks