Internasional

Trump: “Anda Harus Menyerah”, AS Lancarkan Operasi “Absolute Resolve” Tangkap Maduro di Caracas

Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer tak terduga pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, menyerang ibu kota Venezuela, Caracas, dan berhasil “menculik” Presiden Nicolas Maduro. Aksi dramatis ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump secara pribadi menelepon Maduro seminggu sebelumnya, memintanya untuk “pergi”.

“Anda harus menyerah,” kata Trump kepada wartawan, sebagaimana dimuat NBC, mengutip percakapan tersebut. Keengganan Maduro untuk mundur akhirnya mendorong Trump mengambil tindakan nekat, yang berujung pada penangkapan Maduro dan pembawannya ke New York.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Operasi Rahasia “Absolute Resolve”

Menurut laporan BBC Internasional, AS telah mempersiapkan operasi ini selama berbulan-bulan. Sebuah tim kecil yang melibatkan mata-mata CIA dibentuk dan disusupkan ke dalam pemerintahan serta lingkaran terdekat Presiden Maduro. Mereka memantau detail kehidupan pribadi Maduro, mulai dari tempat tidur, makanan, pakaian, hingga “hewan peliharaannya”.

“Kemudian, pada awal Desember, sebuah misi yang direncanakan yang dijuluki ‘Operasi Absolute Resolve’ diselesaikan,” kata seorang pejabat militer AS, dikutip Selasa (6/1/2026). Operasi ini diyakini sebagai tindakan paling berani di masa pemerintahan kedua Trump.

Mureks mencatat bahwa dalam persiapannya, pasukan elit AS berlatih berbulan-bulan untuk menangkap Maduro, bahkan menggunakan replika kompleks kepresidenan berdasarkan intelijen yang telah dikumpulkan. Persiapan ini mirip dengan operasi penangkapan Osama bin Laden pada 2011, di mana pasukan AS berlatih menggunakan model kompleks kediaman Osama di Abbottabad, Pakistan.

Operasi “Absolute Resolve” dirancang dengan kerahasiaan tingkat tinggi, bahkan Kongres AS tidak mengetahuinya. Semua detail dijaga ketat, dan operasi hanya menunggu waktu yang tepat.

“Selama beberapa minggu hingga Natal dan Tahun Baru, para pria dan wanita militer Amerika duduk siap, dengan sabar, menunggu pemicu yang tepat dan presiden memerintahkan kami untuk bertindak,” kata Jenderal Dan Caine, perwira militer AS.

Serangan Udara, Darat, dan Laut Selama 2 Jam 20 Menit

Pada Sabtu dini hari, misi selama dua jam dua puluh menit pun dilancarkan. Militer AS melakukan serangan terkoordinasi melalui udara, darat, dan laut. Ledakan keras terdengar di Caracas sekitar pukul 02:00 waktu setempat, dengan kepulan asap membubung di atas kota.

Dilaporkan, 150 pesawat dikerahkan AS sepanjang malam, termasuk pesawat pembom, jet tempur, dan pesawat pengintai. Helikopter juga terbang di seluruh kota, dan video-video menunjukkan ledakan terjadi di beberapa titik saat helikopter terbang rendah di atas Caracas.

“Kami terbangun sekitar pukul 01:55 karena deru ledakan dan dengungan pesawat yang terbang di atas Caracas,” kata seorang saksi, Daniela. “Semuanya gelap gulita, hanya diterangi oleh kilatan ledakan di dekatnya.”

Setidaknya ada lima lokasi yang diserang AS: Pelabuhan La Guaira, Pangkalan Udara Jenderal Francisco de Miranda, lapangan terbang La Carlota, Bandara Higuerote, dan Antenas El Vocan. “Beberapa serangan AS menargetkan sistem pertahanan udara dan target militer lainnya,” kata para pejabat.

Trump sendiri mengisyaratkan bahwa AS memutus aliran listrik di Caracas sebelum misi dimulai, meskipun ia tidak menjelaskan bagaimana caranya. “Lampu-lampu di Caracas sebagian besar dimatikan karena keahlian tertentu yang kami miliki,” katanya. “Gelap dan mematikan.”

Penangkapan Maduro oleh Delta Force

Penangkapan Presiden Maduro dilakukan oleh unit elit Delta Force, yang beberapa sumber sebut sebagai satuan misi khusus terbaik militer AS. Mengutip CBS, pasukan ini bersenjata lengkap dan membawa obor las untuk memotong pintu logam rumah persembunyian Maduro.

Pasukan tiba di lokasi Maduro tak lama setelah serangan dimulai pukul 02:01 waktu setempat. Trump menggambarkan rumah persembunyian itu sebagai “benteng” militer di jantung Caracas, dan menurutnya, Maduro sendiri sudah tahu kedatangan militer AS.

Pasukan AS mendapat tembakan saat tiba, bahkan salah satu helikopter AS terkena tembakan tetapi masih bisa terbang. “Pasukan penangkapan turun ke kompleks Maduro dan bergerak dengan cepat, tepat, dan disiplin,” kata Jenderal Caine.

“Mereka langsung masuk, dan mereka menerobos masuk ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak bisa ditembus, Anda tahu, pintu baja yang dipasang di sana hanya untuk alasan ini,” kata Trump. Dikatakan pula Maduro sebenarnya mencoba melarikan diri, namun upaya itu gagal.

“Dia mencoba untuk pergi ke tempat yang aman, yang ternyata tidak aman, karena kami akan meledakkan pintunya dalam waktu sekitar 47 detik,” kata Trump. “Dia sampai di pintu. Dia tidak dapat menutupnya. Dia diserbu begitu cepat sehingga dia tidak masuk ke (ruangan) itu,” tambahnya.

Maduro kini digiring menuju pengadilan New York, Amerika Serikat (AS), pada Senin (5/1/2026), untuk menghadapi dakwaan terkait tuduhan narkoba.

Mureks