Setelah lebih dari 50 tahun menancapkan eksistensinya di Indonesia, Toyota tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi juga mengukuhkan Tanah Air sebagai salah satu basis manufaktur penting dalam jaringan globalnya. Komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan fasilitas produksi berskala besar yang didukung teknologi modern dan sistem manufaktur terintegrasi.
Indonesia kini melayani jaringan ekspor Toyota yang luas, menjangkau berbagai kawasan seperti Asia, Australia dan Oseania, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Tengah dan Selatan. Cakupan ekspor tersebut menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam rantai pasok global Toyota.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Strategi Manufaktur dan Logistik Toyota Indonesia
Seluruh aktivitas manufaktur Toyota di Indonesia berada di bawah pengelolaan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Perjalanan manufaktur dimulai dari pabrik Sunter di Jakarta Utara yang telah beroperasi sejak awal 1970-an. Fasilitas ini memiliki peran krusial sebagai pusat produksi mesin dan komponen kendaraan.
Keunggulan pabrik Sunter tidak hanya terletak pada fungsinya, tetapi juga dari sisi geografis. Lokasinya yang hanya berjarak sekitar lima kilometer dari Pelabuhan Tanjung Priok memberikan keuntungan besar dalam mendukung aktivitas ekspor. Produk dari fasilitas ini dikirim ke berbagai negara tujuan, mulai dari Australia, Asia, Oseania, Timur Tengah, Afrika, hingga kawasan Amerika Latin.
Secara operasional, Sunter Plant terbagi menjadi dua unit utama:
- Sunter #1: Mulai beroperasi pada 1973, berfokus pada produksi mesin tipe TR serta pengemasan CKD (Completely Knocked Down). Kapasitas produksinya mencapai sekitar 195.000 unit mesin per tahun dengan kemampuan distribusi hingga 11.000 kontainer.
- Sunter #2: Berdiri sejak 1977, berperan sebagai pusat produksi press parts, casting parts, serta pembuatan die dan jig. Ribuan komponen dihasilkan setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan pabrik Toyota di berbagai negara.
Selain Sunter, Toyota juga mengoperasikan fasilitas manufaktur di Karawang, Jawa Barat. Karawang Plant #1 memproduksi model-model unggulan seperti Kijang Innova, Fortuner, dan Innova Zenix dengan kapasitas sekitar 144.000 unit per tahun. Produksi ini diperkuat oleh Karawang #2 yang mampu menghasilkan hingga 138.000 unit melalui model Avanza, Veloz, Yaris, dan Yaris Cross.
Pengembangan fasilitas berlanjut dengan hadirnya Karawang #3 yang difokuskan pada produksi mesin seri NR, termasuk varian hybrid. Berbeda dengan pabrik Sunter, fasilitas ini secara khusus mendukung ekspor kendaraan dalam bentuk utuh (CBU). Distribusi ekspor Karawang #3 didukung oleh Pelabuhan Patimban yang berjarak sekitar 90 kilometer, dengan negara tujuan utama kawasan Asia dan Jepang.
Pemanfaatan dua pelabuhan utama, yakni Tanjung Priok dan Patimban, menjadi bagian dari strategi logistik Toyota untuk menjaga kelancaran arus ekspor. Catatan Mureks menunjukkan, pendekatan ini mencerminkan perencanaan yang matang dan terukur, sehingga efisiensi distribusi tetap terjaga sekaligus memastikan stabilitas ekspor Toyota dari Indonesia ke pasar global.






