Sebuah taksi listrik Green SM terlibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, pada Jumat (9/1/2026). Insiden yang menyebabkan taksi menabrak sebuah rumah makan ayam goreng Almaz ini menjadi viral di media sosial setelah rekaman videonya diunggah oleh akun @amzidanee_ dan kemudian diunggah ulang oleh @jakartabarat24jam.
Menurut keterangan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani, kejadian bermula sekitar pukul 13.05 WIB. Taksi listrik yang dikemudikan oleh Saiful Hidayat tersebut awalnya melaju dari arah rumah makan Almaz menuju Kembangan.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Saat berupaya keluar dan berbelok ke Jalan Raya Raden Saleh, bodi samping kiri taksi Green SM tertabrak oleh sebuah kendaraan tak dikenal. Kendaraan penabrak tersebut melaju dari arah Ciledug menuju Kembangan di jalur yang seharusnya.
Setelah insiden tabrakan awal tersebut, taksi Limo Green yang dikemudikan Saiful Hidayat kemudian berjalan mundur tanpa kendali. Kendaraan itu lantas masuk kembali ke area parkir rumah makan ayam goreng Almaz.
AKBP Ojo Ruslani menjelaskan, “Karena kurang hati-hati dan kurang konsentrasi bodi belakang kendaraan taksi Limo Green menabrak tiang lampu penerangan, tembok, jendela kaca gerai Amaz, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas tersebut.”
Akibat kecelakaan ini, taksi listrik Limo Green mengalami kerusakan pada bodi depan sebelah kiri dan bodi belakang. Selain itu, tiang lampu penerangan, tembok, dan jendela kaca gerai rumah makan ayam Almaz juga turut rusak. Catatan Mureks menunjukkan, dugaan sementara penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Menanggapi insiden ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menekankan pentingnya fokus saat berkendara. “Berkendara harus fokus untuk meminimalisir human error atau kealpaan saat mengemudi,” ujar Jusri.
Jusri menambahkan, pengemudi harus memastikan kondisi fisik yang prima, tidak mengantuk, dan tidak berada di bawah pengaruh obat-obatan. Selain itu, pengemudi juga wajib mengesampingkan segala hal yang dapat mengganggu konsentrasi.
“Kalau berkendara sendiri, mengantuk itu dapat mengganggu konsentrasi berkendara. Makanya kalau mengantuk lebih baik istirahat sejenak,” kata Jusri. Ia juga mengingatkan, “Sedangkan kalau bersama teman-teman, faktor bercanda atau ngerumpi itu mengganggu konsentrasi. Main smartphone juga bisa bikin risiko kecelakaan meningkat.”






