PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memastikan aktivitas ekspor mobil mereka ke Venezuela tetap berjalan normal, meskipun negara tersebut tengah dilanda gejolak geopolitik. Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan signifikan terkait pengiriman produk otomotif.
“Kegiatan ekspor kami belum ada perubahan, masih menunggu perkembangan terakhir, kami bulan Oktober lalu sempat komunikasi dengan duta besar Indonesia di Venezuela. Mungkin nanti akan kontak beliau untuk mengetahui perkembangan terakhir,” ujar Bob kepada Mureks, Jumat (09/01/2026).
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Situasi di Venezuela menjadi sorotan setelah Presiden Nicolas Maduro dilaporkan ditahan oleh pemerintah Amerika Serikat. Penahanan ini terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan keterlibatan dalam jaringan kartel narkoba. Imbasnya, Toyota Motor Corporation bahkan sempat mengimbau karyawannya untuk bekerja dari rumah.
Bob Azam menambahkan, permasalahan geopolitik suatu negara yang memiliki hubungan dengan Indonesia berpotensi besar menghambat aktivitas ekonomi. Salah satu aspek yang paling rentan terganggu adalah logistik.
“Geopolitik itu berhubungan juga dengan logistik, biasanya kalau ada gonjang-ganjing biaya logistik akan naik. Seperti misalnya krisis di Timur Tengah, banyak arus logistik sampai memutar ke Semenanjung Arab sehingga biaya menjadi dua kali lipat,” terangnya.
Selain itu, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah gangguan pada rantai pasok. Sektor otomotif, yang sangat bergantung pada berbagai pihak dan negara lain, akan mengalami hambatan serius jika salah satu mata rantai pasok terganggu.
“Semua saling bergantung. Contoh baterai itu materialnya bisa dari berbagai negara, materi pentingnya bisa berasal dari China, ada juga dari Ukraina, negara-negara ASEAN hingga Amerika Selatan,” jelas Bob.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota menjadi satu-satunya produsen yang mengirimkan model mobilnya ke Venezuela. Dua model yang diekspor adalah Yaris Cross dan Wigo, yang dikenal sebagai Agya untuk pasar domestik.
Mureks mencatat bahwa laporan distribusi sepanjang tahun 2025, dari Januari hingga November, menunjukkan pengiriman 1.008 unit Yaris Cross tipe G (versi non-hibrida) dan 5.971 unit Wigo.






