Keuangan

Thailand Perpanjang Dukungan Sektor Beras Nasional Hingga April 2026 di Tengah Volatilitas Pasar Global

Pemerintah Thailand resmi memperpanjang sejumlah langkah dukungan bagi industri beras nasional. Kebijakan ini diambil untuk menghadapi volatilitas yang masih berlangsung di pasar global, memastikan stabilitas sektor perberasan negara tersebut.

Keputusan penting ini disetujui setelah rapat kabinet yang digelar pada 6 Januari 2026. Juru bicara pemerintah, Siripong Angkasakulkiat, menyampaikan bahwa Kabinet Thailand menyetujui usulan dari Kementerian Perdagangan Thailand yang mencakup tiga langkah utama.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Langkah-Langkah Penopang Industri Beras

Dalam ringkasan Mureks, ada tiga pilar kebijakan yang diperpanjang dan disesuaikan oleh pemerintah Thailand:

  1. Perpanjangan Skema Kompensasi Bunga

    Langkah pertama adalah perpanjangan skema kompensasi bunga bagi pedagang beras yang menyimpan padi dari tahun produksi 2023–2024. Program ini, yang semula dijadwalkan berakhir pada 31 Oktober 2025, kini diperpanjang hingga 30 April 2026.

    Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga likuiditas pedagang saat membeli beras dari petani, terutama pada periode puncak pasokan. Dalam skema tersebut, pemerintah mengompensasi biaya bunga pinjaman bank sebesar 3 sampai 4 persen per tahun yang digunakan pedagang untuk membeli dan menimbun beras.

  2. Penyesuaian Batas Pinjaman dan Anggaran

    Kabinet juga menyetujui pengurangan batas pinjaman per ton untuk beras padi putih, padi Pathum Thani, dan padi ketan dalam skema kredit penundaan penjualan padi untuk tahun produksi 2025–2026.

    Penyesuaian ini dilakukan setelah evaluasi harga beras berdasarkan 90 persen dari harga pasar rata-rata per 4 November 2025. Berdasarkan penilaian ulang tersebut, total anggaran pinjaman diturunkan dari 36,23 miliar baht Thailand atau sekitar 1,16 miliar dollar AS menjadi 35,01 miliar baht.

    Selain itu, anggaran dukungan satu kali juga dipangkas dari 9,16 miliar baht menjadi 9,01 miliar baht. Dewan Negara Thailand menegaskan bahwa penyesuaian ini tidak menimbulkan kewajiban yang mengikat bagi pemerintahan berikutnya.

  3. Dorongan Budidaya Padi Berkualitas Tinggi

    Pemerintah juga menyetujui kelanjutan program yang bertujuan mendorong budidaya padi berkualitas tinggi di kalangan petani. Inisiatif ini menyasar sekitar 200 kelompok petani dan didukung anggaran satu kali sebesar 120 juta baht dari Dana Bantuan Petani, dengan kemungkinan tambahan pendanaan dari anggaran pusat.

Skema Penyerapan Padi yang Tidak Dilanjutkan

Meskipun demikian, juru bicara Siripong Angkasakulkiat menyampaikan bahwa skema penyerapan padi terpisah untuk musim produksi 2025–2026 tidak dapat dilanjutkan. Program tersebut sebelumnya dirancang untuk menyerap sekitar 3 juta ton padi dan membutuhkan anggaran sebesar 1,68 miliar baht dari dana pusat serta dana darurat.

Mureks