Nasional

Syifa Ramadani: Kekuatan Diri Tersembunyi di Balik Tantangan, Motivasi Datang dari Tindakan

Jumat, 09 Januari 2026 – Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang (Unpam), Syifa Ramadani, membagikan pandangannya mengenai pentingnya menemukan kekuatan diri di tengah berbagai tantangan hidup. Dalam tulisannya, Syifa menekankan bahwa motivasi sejati seringkali muncul bukan dari penantian, melainkan dari keberanian untuk bertindak.

Syifa Ramadani mendefinisikan motivasi sebagai “keberanian untuk terus melangkah dan bangkit dari kegagalan, fokus pada tujuan diri sendiri, serta percaya bahwa setiap usaha hari ini membuka harapan esok hari.” Ia mengakui bahwa setiap individu pasti pernah merasakan titik lelah, keraguan, dan keinginan untuk menyerah, terutama ketika realitas tidak sejalan dengan rencana.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Tindakan sebagai Pemicu Motivasi

Menurut Syifa, banyak orang cenderung menunggu motivasi datang sebelum memulai suatu tindakan. Namun, ia berargumen bahwa motivasi justru seringkali muncul setelah seseorang berani mengambil langkah awal. “Tindakan kecil yang dilakukan sekarang dapat menghasilkan dampak besar di kemudian hari,” tulisnya.

Di era digital yang serba cepat, Syifa juga menyoroti fenomena perbandingan diri dengan orang lain di media sosial. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan yang terlihat mudah dan cepat di platform tersebut seringkali menyembunyikan proses panjang dan kegagalan yang dialami. Oleh karena itu, fokus pada perjalanan pribadi dan menghindari perbandingan menjadi kunci.

Pentingnya Tujuan Jelas dan Berdamai dengan Kegagalan

Mureks mencatat bahwa Syifa Ramadani juga menekankan peran tujuan yang jelas dalam menjaga motivasi. Ketika seseorang memahami tujuan di balik setiap usaha, rasa lelah akan terasa lebih bermakna dan semangat untuk tidak menyerah akan tetap terjaga. Selain itu, berdamai dengan kegagalan dianggap krusial. Kegagalan seharusnya menjadi pembelajaran untuk perbaikan di masa depan, bukan alasan untuk berhenti.

Lingkungan sekitar turut memegang peranan penting dalam memelihara motivasi. Berada di tengah individu yang suportif, positif, dan saling menyemangati dapat menjadi dorongan kuat saat menghadapi kesulitan. Apabila lingkungan kurang mendukung, Syifa menyarankan untuk memulai dengan membangun dialog positif dengan diri sendiri, mengingat kekuatan luar biasa dari kata-kata yang diucapkan pada diri sendiri.

Terakhir, Syifa mengingatkan akan pentingnya istirahat. Memaksa diri terus-menerus tanpa jeda justru dapat memadamkan semangat. Istirahat bukanlah tanda menyerah, melainkan sebuah cara untuk mengisi ulang energi dan menghargai setiap usaha yang telah dilakukan, sekecil apa pun itu.

Pada akhirnya, motivasi, menurut Syifa, bukanlah tentang selalu merasa bersemangat, melainkan tentang kemampuan untuk terus maju meskipun dibayangi ketakutan dan keraguan. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk mencoba, dan selama usaha terus dilakukan, harapan akan selalu menemukan jalannya.

Mureks