Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Singapura, Suryopratomo, secara resmi mengakhiri masa tugasnya pada Sabtu (3/1/2026). Momen perpisahan di Bandara Changi, Singapura, diwarnai suasana haru saat puluhan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta perwakilan diaspora Indonesia turut mengantar kepulangannya.
Suryopratomo meninggalkan Wisma Duta KBRI Singapura, tempat ia bertugas sejak tahun 2020. Posisi Dubes RI untuk Singapura selanjutnya akan diemban oleh Hotmangaraja Pandjaitan, yang telah ditunjuk pada Oktober 2025 lalu.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Momen perpisahan tersebut dibagikan Suryopratomo melalui akun Instagram pribadinya. “Akhir sebuah perjalanan. Terima kasih kepada seluruh sahabat di Singapura, Duta Besar Kamboja, home staffs, local staffs, BUMN, diaspora yang sengaja datang ke Bandar Udara Changi untuk mengantar kepulangan saya,” tulis Suryopratomo, seperti dipantau Mureks.
Ia melanjutkan, “Tidak mudah melepas ikatan yang tersambung lama. Namun akhirnya kita menyadari, penugasan di perwakilan bukanlah sebuah tujuan, tetapi hanya persinggahan. I love you all.”
Dalam unggahan tersebut, terlihat Suryopratomo berfoto bersama para staf dan diaspora di gerbang keberangkatan Bandara Changi. Mereka melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan, melepas kepergian sang duta besar.
Tantangan Selama Masa Jabatan
Selama menjabat sebagai Dubes RI untuk Singapura sejak 2020, Suryopratomo menghadapi berbagai tantangan signifikan. Mureks mencatat bahwa masa kepemimpinannya meliputi periode Pandemi COVID-19 yang krusial.
Selain itu, ia juga terlibat dalam penanganan sejumlah isu bilateral penting antara Indonesia dan Singapura. Di antaranya adalah permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI), kasus deportasi beberapa buronan, hingga upaya penyelesaian masalah Flight Information Region (FIR) yang menjadi perhatian kedua negara.






