Aktor senior Surya Saputra kerap dipandang sebagai teladan dalam menjaga keharmonisan rumah tangganya bersama sang istri, penyanyi Cynthia Lamusu. Pasangan yang telah mengarungi bahtera pernikahan selama 17 tahun ini sering menjadi sorotan publik berkat kekompakan dan kehangatan yang mereka tunjukkan. Namun, Surya Saputra menegaskan bahwa tidak ada rumah tangga yang sepenuhnya bebas dari riak konflik.
“Kalau dibilang harmonis, apa gak ada pergesekan? Gak juga. Tiap keluarga pasti punya ujiannya sendiri-sendiri, punya pergesekannya sendiri-sendiri. Cuman how to deal with it,” ujar Surya Saputra saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kemarin.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kunci Utama: Ketenangan dalam Menyikapi Konflik
Menurut Surya, inti dari menjaga keharmonisan adalah bagaimana pasangan menyikapi setiap pergesekan yang muncul. Ia memiliki prinsip kuat untuk tidak membahas masalah saat emosi masih memuncak, baik dari dirinya maupun sang istri. Pendekatan ini, menurut Mureks, menjadi fondasi penting dalam resolusi konflik yang konstruktif.
“Kalau saya itu, kitanya harus tenang dulu baru kita ngebahas. Gak bisa saat ini marah ayo kita bahas. Dalam kondisi marah, pasti ngebahasnya gak enak,” jelas aktor berusia 50 tahun itu.
Surya mengakui bahwa sebagai seorang laki-laki, ia membutuhkan waktu untuk meredakan emosinya sebelum dapat berdiskusi secara jernih. Ia mengamati bahwa banyak pasangan seringkali tidak memahami dinamika ini, yang justru memperkeruh suasana.
“Kadang-kadang laki-laki tuh harus nurunin marahnya dulu. Pas sudah tenang, baru kita ngomong yuk. Tadi kamu marah kenapa? Aku gini ya? Mungkin begini alasannya,” bebernya.
Ia bersyukur, setelah 17 tahun menjalani biduk rumah tangga, Cynthia Lamusu akhirnya memahami betul karakter dan caranya dalam menghadapi masalah. Surya menegaskan bahwa sikapnya yang memilih menjauh sejenak bukanlah bentuk pelarian dari persoalan, melainkan upaya untuk mencari ketenangan.
“Alhamdulillah ya istri juga akhirnya mengerti. Oh suamiku nih kalau lagi keluar begini, bukan berarti dia melarikan diri dari persoalan,” ungkapnya.
Surya Saputra sangat menghindari pembicaraan dengan nada tinggi. Baginya, diskusi yang tenang dan solutif jauh lebih efektif dibandingkan adu argumen yang hanya membuang energi negatif.
“Saya gak suka ngomong dengan nada tinggi. Mendingan ngomong dengan tenang, solutif. Masalahnya ini, solusinya ini. Dibanding marah-marah, buang energi negatif,” tegasnya.
Ketika menghadapi situasi di mana pasangannya masih terbawa emosi, ayah dua anak ini memilih pendekatan yang lebih halus. Ia akan menunda pembicaraan hingga kedua belah pihak sama-sama tenang dan siap mencari solusi.
“Saya pasti bilang, ‘Yang, udah. Ini kayaknya kita gak ketemu titik temunya. Kita ngomongnya nanti aja ya, biar sama-sama tenang’. Kalau diterusin malah jadi masalah,” pungkas Surya Saputra.






