Suhuf, lembaran-lembaran wahyu yang diturunkan kepada para nabi sebelum adanya kitab suci, merupakan bagian krusial dalam sejarah risalah Islam. Namun, menurut pantauan Mureks, pemahaman masyarakat mengenai suhuf dan perbedaannya dengan kitab masih seringkali kurang mendalam. Artikel ini akan mengulas tuntas makna suhuf, membedakannya dari kitab, hingga daftar nabi yang menerimanya.
Mengenal Suhuf: Wahyu Awal Para Nabi
Definisi suhuf merujuk pada lembaran-lembaran wahyu yang Allah berikan kepada para nabi sebelum turunnya kitab suci. Wahyu ini berisi ajaran-ajaran pokok yang menjadi pedoman hidup umat pada masanya. Berdasarkan sumber Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (2013) karya Muhammad Ahsan dan Sumiyati, suhuf digambarkan sebagai wahyu Allah yang belum terhimpun dalam bentuk kitab.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Tujuan utama penurunan suhuf adalah sebagai petunjuk moral, aturan hidup, dan pengingat bagi umat manusia agar senantiasa berada di jalan yang benar. Suhuf juga berfungsi sebagai dasar bagi perbaikan perilaku masyarakat sesuai tuntunan Allah SWT.
Perbedaan Mendasar Kitab dan Suhuf
Perbedaan antara kitab dan suhuf terletak pada bentuk dan cakupan isinya. Kitab adalah wahyu Allah yang berbentuk lebih lengkap dan terhimpun dalam satu kesatuan, seperti Al-Qur’an. Sementara itu, suhuf hanya berupa beberapa lembaran wahyu yang diberikan secara terpisah kepada nabi tertentu.
Ciri-ciri kitab umumnya meliputi isi yang lebih luas, berlaku untuk umat dalam jangka waktu yang panjang, dan terjaga keasliannya hingga saat ini. Contoh kitab suci dalam Islam antara lain Al-Qur’an, Taurat, Zabur, dan Injil. Sebaliknya, suhuf lebih ringkas, hanya berisi ajaran-ajaran pokok, dan tidak diwariskan secara fisik seperti kitab.
Daftar Nabi Penerima Suhuf dan Jumlahnya
Beberapa nabi menerima suhuf sebagai wahyu langsung dari Allah SWT. Mereka adalah Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Syits, dan Nabi Idris. Jumlah suhuf yang diterima oleh masing-masing nabi bervariasi:
| Nabi | Jumlah Suhuf |
|---|---|
| Nabi Ibrahim | 10 |
| Nabi Musa | 10 (sebelum Taurat) |
| Nabi Syits | 50 |
| Nabi Idris | 30 |
Signifikansi Suhuf dalam Sejarah Kenabian
Dalam ringkasan Mureks, suhuf menjadi fondasi ajaran tauhid dan moral sejak masa awal kenabian, meskipun tidak diwariskan secara fisik seperti kitab. Keberadaannya menunjukkan kesinambungan risalah ilahi yang membimbing umat manusia dari zaman ke zaman.
Mempelajari suhuf membantu umat Islam memahami sejarah awal wahyu dan perbedaan mendasar dengan kitab. Pemahaman ini tidak hanya menguatkan keimanan, tetapi juga menambah wawasan tentang perjalanan risalah dalam Islam yang telah berlangsung sejak masa para nabi terdahulu.






