Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sedang menghadapi masalah besar di tengah gelombang demonstrasi yang melanda negara tersebut selama berhari-hari. Pernyataan ini disampaikan Trump setelah ia bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak Amerika Serikat pada Sabtu, 10 Januari 2026.
“Iran berada dalam masalah besar,” kata Trump kepada wartawan, seperti dilansir Al Arabiya News. Ia juga memprediksi bahwa rakyat Iran akan segera menggulingkan pemerintahan.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
“Menurut saya, rakyat mulai mengambil alih sejumlah kota yang beberapa minggu lalu tidak pernah terpikirkan bisa terjadi,” ujarnya, menyoroti perkembangan situasi di lapangan.
Trump kembali menegaskan ancaman sebelumnya kepada otoritas Iran agar tidak menembaki para pengunjuk rasa. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat memantau situasi dengan sangat cermat. Menurut pantauan Mureks, Trump memperingatkan, “Kami akan ikut terlibat. Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras di titik yang paling menyakitkan.”
Namun, ia segera menambahkan bahwa ancaman tersebut tidak berarti pengerahan pasukan darat oleh Amerika Serikat.
Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Jumat sebelumnya menegaskan bahwa Republik Islam “tidak akan mundur” menghadapi gelombang protes. Pernyataan Khamenei ini muncul setelah aksi unjuk rasa terbesar sejauh ini dalam hampir dua pekan gerakan yang telah mengguncang otoritas ulama.
Massa yang menentang kepemimpinan berbaris di kota-kota besar, meneriakkan slogan-slogan seperti “mati bagi diktator” dan membakar gedung-gedung resmi. Trump sendiri menyebut protes tersebut sebagai sesuatu yang “cukup luar biasa” dan “pemandangan yang menakjubkan untuk disaksikan.”






