Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan santunan kepada 147 ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana di Sumatera. Pemerintah menyiapkan dana lebih dari Rp 600 miliar untuk berbagai bentuk bantuan, meskipun kebutuhan riil penanganan pascabencana diperkirakan mencapai Rp 2 triliun.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan informasi ini dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1/2026). “Kita sedang menyalurkan santunan untuk korban meninggal dunia dan yang luka-luka berat. Sampai hari ini kita sudah salurkan lebih dari 147 kepada ahli waris, tetapi usulan untuk yang luka-luka berat belum pernah kami terima,” ujar Gus Ipul.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Menurut Gus Ipul, penyaluran santunan ini didasarkan pada data yang telah ditetapkan oleh kepala daerah setempat. Ia juga memastikan bahwa jumlah penerima santunan akan terus bertambah seiring dengan perkembangan data yang diterima oleh Kementerian Sosial.
“Semuanya ini kami salurkan setelah ditetapkan oleh Kepala Daerah. Secara bertahap setiap hari terus berkembang, mudah-mudahan datanya bisa segera kami terima, bisa segera kita salurkan,” tambahnya.
Dalam ringkasan Mureks, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 17 miliar khusus untuk santunan korban meninggal dan korban luka. Selain itu, terdapat anggaran Rp 326 miliar untuk bantuan jaminan hidup bagi para korban terdampak.
Anggaran lain yang disiapkan mencakup Rp 169 miliar untuk pembelian isi hunian dan Rp 141 miliar untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Meski demikian, Gus Ipul mengakui bahwa total kebutuhan untuk penanganan pascabencana di Sumatera berdasarkan simulasi mencapai Rp 2 triliun. “Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp 2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp 600 miliar,” jelasnya.
Kehadiran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga tercatat dalam rapat koordinasi tersebut, menegaskan sinergi antarlembaga dalam penanganan bencana.






