Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menutup perdagangan akhir pekan Jumat (9/1/2026) waktu setempat dengan kinerja solid. Indeks acuan S&P 500 berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) saat penutupan, didorong oleh reli saham Broadcom dan emiten chip lainnya.
Pada penutupan perdagangan, S&P 500 menguat 0,65 persen ke level 6.966,28. Sementara itu, indeks Nasdaq melonjak 0,82 persen ke posisi 23.671,35, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,48 persen ke level 49.504,07.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Dalam ringkasan Mureks, penguatan terjadi secara merata di seluruh sektor. Sebanyak sembilan dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor material memimpin dengan kenaikan 1,8 persen, disusul sektor utilitas yang menguat 1,24 persen.
Secara mingguan, Wall Street mencatat performa impresif pada pekan perdagangan pertama 2026. S&P 500 naik 1,6 persen, Nasdaq menguat 1,9 persen, dan Dow Jones melonjak 2,3 persen.
Catatan Mureks menunjukkan, sentimen pasar tetap positif meskipun laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih dalam dari perkiraan. Data tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), pada tahun ini. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS mencatat pertumbuhan lapangan kerja melambat pada Desember, namun penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,4 persen memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja belum menunjukkan pelemahan yang tajam.
Saham-saham sektor semikonduktor kembali menjadi motor penggerak pasar. Indeks semikonduktor PHLX melonjak 2,7 persen dan mencetak rekor tertinggi. Saham Lam Research melesat 8,7 persen ke level 218,36 dollar AS setelah Mizuho menaikkan target harga saham perusahaan tersebut.
Beberapa emiten besar turut menyumbang penguatan signifikan. Saham Broadcom naik 3,8 persen, Alphabet menguat 1 persen, dan Tesla menguat 2,1 persen, yang secara kolektif mendorong penguatan S&P 500 dan Nasdaq. Di sektor energi, saham Vistra melambung 10,5 persen setelah Meta Platforms menyepakati pembelian listrik dari pembangkit nuklir milik perusahaan tersebut. Sementara itu, saham Intel melonjak hampir 11 persen setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan telah menggelar pertemuan yang sangat baik dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan.
Meskipun euforia kecerdasan buatan (AI) terus berlanjut, analis menilai pasar kini memasuki fase yang lebih selektif. Kepala Manajemen Portofolio Horizon Investments, Zachary Hill, menyatakan kepada Reuters, “Investor semakin cermat memilih pemenang dan pecundang dalam tema AI, baik dari sisi sub-tema maupun emiten individual.” Hill menambahkan bahwa perkembangan ini justru menjadi sinyal positif. “Pasar bergerak menuju fase monetisasi, ketika peningkatan pendapatan dari teknologi revolusioner ini mulai terlihat dan dirasakan,” ujarnya.
Namun, investor tetap mencermati valuasi pasar yang relatif tinggi menjelang musim laporan keuangan kuartal IV 2025. Indeks saham S&P 500 saat ini diperdagangkan sekitar 22 kali estimasi laba, lebih rendah dibandingkan November di level 23 kali, namun masih berada di atas rata-rata lima tahun sebesar 19 kali, berdasarkan data LSEG.






