Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Indonesia kini mulai merasakan dampak positif dari investasi jangka panjang China yang telah terjalin lebih dari satu dekade. Menurut Luhut, kontribusi China sangat strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Luhut dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia pada Jumat, 9 Januari 2026. Ia menyoroti peran vital lebih dari 600 perusahaan China yang berinvestasi di Tanah Air.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dampak Nyata Investasi China
“Lebih dari 600 perusahaan China yang investasi Indonesia membuat kita berdua, negara berdua, untuk menikmati hasilnya dengan baik,” ujar Luhut. Ia menambahkan bahwa posisi China sebagai mitra tidak terpisahkan dari capaian Indonesia saat ini. “Penting kita catat bahwa China adalah partner kita yang sangat penting,” tegasnya.
Investasi China di Indonesia tidak hanya berfokus pada penguatan hilirisasi dan sektor industri, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada beberapa area kunci. Catatan Mureks menunjukkan, kerja sama ini juga mencakup:
- Pengembangan pendidikan.
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
- Pembentukan etos dan budaya kerja yang lebih kompetitif.
Luhut menjelaskan, kesimpulan ini diperoleh setelah meninjau kemitraan Indonesia-China selama 11 tahun terakhir. Kolaborasi jangka panjang tersebut, menurutnya, membawa perubahan nyata pada posisi dan kapasitas Indonesia di berbagai sektor strategis.
Peningkatan SDM dan Riset Teknologi
Kontribusi China juga terlihat jelas dalam upaya peningkatan kualitas SDM. Ratusan warga Indonesia telah diberangkatkan ke China untuk menimba ilmu dan pengalaman, kemudian kembali ke Tanah Air untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional.
“Saya harus nyampaikan juga, apresiasi saya bahwa China telah memberikan banyak nilai-nilai yang sangat baik, spirit kerja dan pendidikan,” kata Luhut.
Selain itu, penguatan riset dan teknologi menjadi dampak nyata lainnya. Luhut menyinggung pembangunan laboratorium biologi berstandar internasional di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didukung China. Fasilitas ini mempercepat peningkatan kapasitas dan kualitas riset nasional.
Menurut Luhut, tanpa kolaborasi tersebut, Indonesia akan membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang untuk menghadirkan fasilitas riset sekelas itu. Dukungan China juga tercermin melalui peran Beijing Genomic Institute dalam pengembangan riset genom di Indonesia.
Teknologi genom ini kini dimanfaatkan secara luas, mulai dari penguatan sektor pertanian hingga pengembangan produk pangan strategis nasional.
“Beijing Genomic Institute, sekarang menjadi andalan Indonesia untuk melakukan genome dispensing untuk berbagai pertanian, produk-produk pertanian,” ungkapnya. “Dan ini juga saya kira akan membuat pertahanan pangan Indonesia menjadi maju dan kita juga menjadi satu negara yang tidak bisa diremehkan oleh siapapun,” pungkas Luhut.






