Tren

Sensasi Mendebarkan ‘Free Solo’: Dokumenter Peraih Oscar yang Kini Hadir di Netflix

Pada akhir Januari 2026, pemanjat tebing terkenal Alex Honnold dijadwalkan akan mencoba memanjat gedung pencakar langit 101 lantai di Taipei dalam acara “Skyscraper Live” Netflix. Siaran langsung ini diprediksi akan menyajikan tontonan mendebarkan, menampilkan aksi ekstrem yang akan membuat banyak orang menahan napas.

Sebagai bagian dari sinergi konten yang disengaja, Netflix baru saja menambahkan dokumenter peraih Oscar 2018, “Free Solo,” ke dalam koleksinya. Film ini memperkenalkan Honnold dan disiplin panjat tebing free soloing kepada banyak penonton. Setelah ditonton ulang, dokumenter ini tetap menyajikan intensitas yang luar biasa.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Apa Itu Free Soloing?

Bagi yang belum familiar, free soloing adalah jenis panjat tebing di mana peserta tidak menggunakan tali atau peralatan pelindung apa pun. Satu kesalahan kecil, bahkan selip jari sesaat, dapat berakibat fatal. Ini membawa olahraga ekstrem ke tingkat yang sama sekali baru. Dokumenter “Free Solo” menyelami pola pikir salah satu pemanjat tebing terbaik dunia saat ia bersiap menaklukkan “paus putih” pribadinya, El Capitan di Taman Nasional Yosemite.

“Free Solo” berpusat pada Alex Honnold, seorang pemanjat tebing dari Sacramento, California, yang terobsesi dengan El Capitan yang terkenal di Yosemite, sebuah tebing granit vertikal setinggi 3.000 kaki. Memanjat monolit raksasa ini dengan tali pengaman saja adalah pencapaian yang sulit dibayangkan, apalagi mencoba memanjatnya tanpa bantuan.

Dokumenter berdurasi panjang ini mengeksplorasi perjalanan karier Honnold, apa yang mendorongnya ke disiplin free soloing yang berbahaya, serta persiapannya untuk mencoba pendakian yang akan tercatat dalam sejarah panjat tebing, dengan asumsi ia berhasil mencapai puncak.

Disutradarai oleh Elizabeth Chai Vasarhelyi dan Jimmy Chin, “Free Solo” juga menyentuh logistik pengambilan gambar Honnold selama pendakiannya. Tugas ini menjadi rumit karena para pembuat film menyadari bahwa kehadiran mereka dapat menjadi gangguan. Dalam pendakian yang setiap gerakan kecilnya adalah pertaruhan hidup atau mati, fokus penuh adalah suatu keharusan.

Mendalami Dunia Panjat Tebing Ekstrem

Banyak penonton, sebelum menyaksikan “Free Solo”, mungkin belum mengenal Alex Honnold atau memiliki pengetahuan terbatas tentang panjat tebing. Namun, setelah menonton, dokumenter ini mampu menumbuhkan apresiasi mendalam terhadap olahraga ekstrem tersebut. Mureks mencatat bahwa film ini berhasil memicu minat penonton untuk mencari lebih banyak konten panjat tebing, seperti video YouTuber Magnus Midtbø atau dokumenter “The Dawn Wall” yang berfokus pada Tommy Caldwell.

Daya tarik utama “Free Solo” tentu saja adalah pertanyaan apakah Honnold dapat mencapai tujuannya mendaki El Capitan tanpa bantuan. Namun, wawasan tentang kehidupan pribadinya juga sangat menarik. Film ini bisa menjadi sangat emosional, terutama saat pasangan Honnold, Sanni McCandless, mengungkapkan kekhawatirannya akan keselamatan Honnold, meskipun ia menyadari bahwa mencoba menghentikannya akan sia-sia.

Sinematografi Memukau dan Pengakuan Kritis

“Free Solo” juga memiliki kualitas sinematografi yang luar biasa. Para pembuat film menggunakan berbagai teknik, mulai dari drone hingga operator kamera yang berpegangan pada tebing, untuk memberikan penonton gambaran nyata tentang skala El Capitan. Ada beberapa bidikan Taman Nasional Yosemite yang sangat indah, sekaligus meningkatkan faktor ketegangan secara signifikan. Kemampuan dokumenter ini menangkap pendakian Honnold tanpa mengganggu konsentrasinya adalah hal yang patut diacungi jempol.

Dokumenter ini telah menjadi favorit kritikus sejak penayangan perdananya. Film ini memenangkan kategori Dokumenter Fitur Terbaik di Academy Awards ke-91 dan meraih skor 97% yang luar biasa dari hampir 160 ulasan di Rotten Tomatoes. Penonton juga sepakat dengan kritikus, memberikan skor 93%. Bahkan bagi mereka yang bukan penggemar dokumenter, film ini adalah tontonan wajib.

Dengan “Skyscraper Live” yang dijadwalkan pada Jumat, 23 Januari 2026, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyaksikan “Free Solo” dan memahami betapa mengesankannya panjat tebing free solo. Siapkan diri untuk sedikit sensasi vertigo, karena dokumenter ini akan memacu adrenalin dan membuat telapak tangan berkeringat, bahkan saat ditonton dari kenyamanan rumah Anda.

Mureks