Internasional

Senator AS: “Kami Berdiri Bersama Kalian” Saat Polisi Iran Tewas Ditusuk dalam Protes

Seorang anggota kepolisian Iran dilaporkan tewas akibat penusukan saat kerusuhan besar melanda sekitar ibu kota Teheran pada Kamis (7/1/2026). Insiden ini terjadi di tengah gelombang protes yang dipicu oleh krisis ekonomi berkepanjangan yang belum mereda sejak akhir Desember 2025.

Anggota Polisi Tewas dalam Kerusuhan

Korban tewas diidentifikasi sebagai Shahin Dehghan, seorang anggota kepolisian wilayah Malard, Teheran barat. Kantor berita Fars melaporkan bahwa Dehghan “gugur beberapa jam lalu setelah ditikam saat berupaya mengendalikan kerusuhan.” Hingga saat ini, upaya untuk mengidentifikasi pelaku penusukan masih terus berlangsung.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Kerusuhan ini, yang kini memasuki hari ke-12, bermula pada 28 Desember 2025. Para pedagang di Teheran awalnya menggelar protes menentang kenaikan harga kebutuhan pokok dan anjloknya nilai mata uang rial Iran.

Menurut pantauan Mureks, nilai tukar dolar AS pada Kamis (7/1/2026) tercatat melampaui 1,4 juta rial, setara dengan sekitar Rp555 ribu. Sementara itu, euro berada di atas 1,7 juta rial atau sekitar Rp680 ribu.

Penyebaran Protes dan Respons Pemerintah

Demonstrasi telah menyebar luas, mencakup 25 dari 31 provinsi di Iran. Penghitungan AFP, berdasarkan pernyataan resmi dan laporan media lokal, mencatat bahwa bentrokan ini telah menewaskan puluhan orang, termasuk anggota pasukan keamanan.

Gelombang protes ini menjadi yang terbesar di Iran sejak demonstrasi 2022-2023 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan. Situasi ini menjadi ujian baru bagi para pemimpin Iran, di tengah krisis ekonomi dan setelah konflik dengan Israel tahun lalu.

Pemerintah Iran mengakui tuntutan ekonomi para demonstran, namun secara tegas memperingatkan agar tidak terjadi “kerusuhan.” Mereka juga berjanji akan memberikan “respons tegas” terhadap setiap upaya menciptakan ketidakstabilan. Media lokal juga melaporkan sejumlah penangkapan terhadap “perusuh” sejak protes dimulai.

Kecaman Iran terhadap Pernyataan AS

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran mengecam “pernyataan campur tangan dan menyesatkan dari pejabat AS terkait perkembangan internal Iran.” Kecaman ini muncul setelah Senator AS Lindsey Graham berbicara kepada Fox News.

“Kepada rakyat Iran: Kami berdiri bersama kalian malam ini,” ujar Graham.

Graham juga memperingatkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bahwa Presiden AS Donald Trump akan membunuhnya “jika terus membunuh rakyatnya yang menuntut kehidupan yang lebih baik.” Trump sendiri sebelumnya telah memperingatkan bahwa Teheran akan “menghadapi serangan keras” jika lebih banyak demonstran tewas.

Kemlu Iran menegaskan bahwa sikap AS tersebut bukan bentuk kepedulian terhadap rakyat Iran, melainkan “sejalan dengan kebijakan tekanan, ancaman, dan intervensi dalam urusan domestik Iran.” Mureks mencatat bahwa pihak Iran juga menyatakan sanksi AS sebagai “bagian utama” dari masalah ekonomi yang mereka hadapi.

Mureks