Internasional

OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 7,74 Persen hingga November 2025, Bunga Deposito Diprediksi Turun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kinerja intermediasi perbankan di Indonesia terus menunjukkan penguatan signifikan hingga akhir November 2025. Data terbaru dari OJK mengindikasikan pertumbuhan kredit perbankan yang solid, seiring dengan tren penurunan suku bunga dana.

Secara tahunan, outstanding kredit perbankan tercatat tumbuh sebesar 7,74 persen. Angka ini membawa total penyaluran kredit mencapai Rp 8.315 triliun pada periode tersebut. Catatan Mureks menunjukkan, penguatan ini menjadi indikator positif bagi sektor keuangan nasional.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Selain pertumbuhan kredit, OJK juga menegaskan bahwa tren pemangkasan suku bunga dana di perbankan masih berlanjut hingga akhir November 2025. Kondisi ini berpotensi memberikan dampak pada prospek bunga deposito ke depan. Bersamaan dengan itu, rasio kredit bermasalah (NPL) dan risiko kredit (Loan at Risk/LAR) di perbankan terpantau mulai menurun, menandakan perbaikan kualitas aset.

Lebih lanjut, OJK memastikan bahwa kondisi likuiditas perbankan tetap sangat kondusif. Hal ini tercermin dari rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang berada pada tingkat yang sehat. Informasi ini disampaikan dalam program Power Lunch CNBC Indonesia pada Jumat, 09 Januari 2026.

Mureks