Tren

Sambut Tahun Baru 2026: Para Ahli Bagikan 5 Kiat Jitu Bebaskan Lorong Rumah dari Kekacauan

Lorong rumah seringkali menjadi area pertama yang menyambut kita saat kembali ke hunian. Lebih dari sekadar jalur penghubung, lorong membentuk kesan visual dan emosional terhadap seluruh rumah. Namun, area ini juga rentan menjadi sarang kekacauan, terutama setelah musim liburan yang ramai dengan kedatangan tamu dan barang-barang musiman.

Menyambut Tahun Baru 2026, para ahli penataan rumah membagikan kiat strategis untuk merapikan lorong. Mereka menyarankan lima hal utama yang perlu disingkirkan agar lorong kembali fungsional, nyaman, dan memberikan kesan pertama yang positif.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Dua pakar penataan, Julian Thomas, mitra Command Brand dan ahli gaya hidup rumah, serta Kaylie Hill, duta Scotch-Brite dan influencer kebersihan, berbagi pandangan mereka. Keduanya sepakat bahwa awal tahun adalah momen tepat untuk menata ulang area yang sering terabaikan ini.

Menurut Julian Thomas, “Lorong bukan sekadar jalur penghubung—mereka adalah ruang transisi. Jika berantakan, mereka membuat Anda merasa terburu-buru, tidak fokus, dan tidak siap. Jika tertata, mereka langsung membuat rumah Anda terasa lebih terencana sejak Anda melangkah masuk. Jadi, saat kita memasuki Tahun Baru, ini adalah waktu yang tepat untuk mengatur ulang area yang terabaikan ini dengan beberapa penyesuaian strategis.”

5 Hal yang Perlu Disingkirkan dari Lorong Rumah Anda

Berikut adalah lima hal yang disarankan para ahli untuk segera disingkirkan dari lorong rumah Anda:

  • 1. Tumpukan Sepatu Berlebih

    Sepatu seringkali menjadi penyebab utama kekacauan di lorong. Kita cenderung membiarkannya menumpuk di dekat pintu untuk kemudahan akses, namun hal ini justru menciptakan kesan berantakan dan bahaya tersandung.

    Thomas menyarankan, “Simpan satu atau dua pasang sepatu harian di dekat pintu dan pindahkan sisanya ke lemari sepatu. Lebih sedikit bahaya tersandung, lebih banyak ruang bernapas.”

    Kaylie Hill menambahkan, “Tempatkan bangku penyimpanan, kabinet, atau keranjang hanya untuk beberapa pasang sepatu pilihan. Penting untuk menyisakan ruang kosong di sini, jika tidak, Anda berisiko sepatu-sepatu tersebut akan menumpuk di lantai.” Mureks mencatat bahwa nampan sepatu seperti IKEA BAGGMUCK dapat menjadi solusi praktis untuk menampung 2-3 pasang sepatu kotor, mencegah lumpur atau air mengotori lantai.

  • 2. Surat dan Paket yang Menumpuk

    Surat dan paket yang baru tiba seringkali dibiarkan menumpuk di lorong dengan alasan akan diurus nanti. Kebiasaan ini, terutama saat musim liburan, dapat dengan cepat menciptakan tumpukan yang mengganggu.

    Hill menyarankan untuk segera menanganinya: “Mulailah dengan menyortir surat yang belum dibuka, membuang sampah, dan menyimpan dokumen penting. Selanjutnya, buka dan bongkar kotak. Segera simpan barang-barang dari kotak tersebut dan tentukan kotak untuk barang yang akan dikembalikan.”

    Thomas memberikan langkah tambahan untuk mengurangi sampah sejak awal: “Hubungi kantor pos setempat Anda untuk menghapus nama Anda dari daftar surat yang tidak diminta. Ini adalah langkah kecil yang secara dramatis mengurangi jumlah sampah kertas yang Anda bawa ke rumah.”

  • 3. Tas dan Mantel Berlebihan

    Sama seperti sepatu, tas dan mantel mudah menumpuk di lorong. Meskipun terasa sebagai tempat terbaik untuk menyimpannya, jumlah yang berlebihan dapat membuat lorong terasa sempit dan tidak rapi.

    Thomas dengan lugas menyatakan, “Gantungan lorong seringkali menjadi museum mantel, jadi hanya simpan yang esensial sesuai musim di sana. Segala sesuatu yang lain masuk ke kamar tidur atau lemari mantel.” Dengan demikian, ia percaya Anda mungkin akan terinspirasi untuk menata lebih lanjut.

    Hill bahkan menyarankan langkah yang lebih jauh: “Terapkan aturan satu mantel – satu tas untuk setiap orang di rumah Anda. Semua barang lain harus disimpan di lemari.” Ia menambahkan, “Donasikan mantel dan tas yang tidak benar-benar Anda pakai, dan letakkan yang terpilih di lemari lorong atau di gantungan dekat pintu.”

  • 4. Dekorasi Berlebihan

    Meskipun lorong adalah area untuk menciptakan kesan, dekorasi yang terlalu banyak justru dapat memberikan efek sebaliknya. Ruang yang sempit ini membutuhkan pendekatan minimalis.

    “Jika Anda memiliki dekorasi seperti vas atau bangku yang mengganggu aliran, pertimbangkan untuk memindahkannya,” kata Hill. “Selain itu, jika dinding Anda penuh dengan karya seni, foto, dan bingkai, cobalah untuk memikirkan kembali bagaimana Anda dapat menyederhanakan tampilan agar lorong terasa lebih tenang dan mengundang.”

    Thomas menambahkan bahwa dekorasi harus memiliki tujuan: “Lorong itu sempit dan apa pun yang terlalu besar, goyah, atau tidak fungsional akan menciptakan kekacauan visual. Cermin tunggal atau momen galeri kecil sudah cukup. Fokus pada benda-benda yang membantu Anda keluar rumah lebih cepat.”

  • 5. Solusi Penyimpanan yang Berlebihan

    Mungkin terdengar kontradiktif, tetapi terkadang memiliki terlalu banyak solusi penyimpanan di lorong justru bisa memperburuk keadaan. Thomas menjelaskan, “Mereka memakan ruang berjalan dan mengumpulkan kekacauan.”

    Sebagai contoh, tempat sampah lantai untuk syal, topi, atau sarung tangan seringkali meluap dan membuat lorong semakin berantakan saat mencari barang. Thomas menyarankan, “Gantilah dengan solusi vertikal minimalis seperti gantungan dinding.” Jika solusi penyimpanan yang ada tidak efektif menampung barang, mungkin saatnya untuk meninjau kembali empat saran sebelumnya untuk mengurangi barang yang Anda miliki.

Mureks