Saham sektor energi dan pertahanan di Wall Street menunjukkan penguatan signifikan pada Selasa, 06 Januari 2026, menyusul kabar penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh Amerika Serikat (AS). Lonjakan ini didorong oleh janji Presiden AS Donald Trump bahwa perusahaan pengeboran Amerika akan menghidupkan kembali produksi minyak mentah di negara tersebut.
Chevron Memimpin Kenaikan di Sektor Energi
Raksasa migas Chevron, yang merupakan satu-satunya perusahaan minyak AS yang masih beroperasi di Venezuela, mengalami lonjakan saham sekitar 8% sebelum pembukaan pasar. Kenaikan serupa juga dialami oleh saham-saham energi lainnya, termasuk ConocoPhillips dan Exxon Mobil. Kedua perusahaan ini diketahui telah menarik diri dari Venezuela hampir dua dekade lalu setelah aset mereka dinasionalisasi oleh pendahulu Maduro.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Tidak hanya itu, saham jasa ladang minyak seperti SLB dan Baker Hughes juga turut mencatatkan kenaikan. Menurut Mureks, sentimen pasar terhadap potensi pembukaan kembali akses minyak Venezuela ke pasar global menjadi pendorong utama di balik penguatan saham-saham tersebut.
Sektor Pertahanan dan Fluktuasi Komoditas
Di sisi lain, saham sektor pertahanan global turut menguat. Rheinmetall dari Jerman, misalnya, mencatatkan kenaikan karena investor memprediksi meningkatnya ketegangan geopolitik pasca-peristiwa di Venezuela. Mureks mencatat bahwa ketidakpastian politik seringkali memicu pergerakan di sektor pertahanan.
Meskipun demikian, harga minyak mentah global menunjukkan fluktuasi. Kontrak berjangka minyak mentah Brent, yang menjadi patokan harga internasional, sempat turun sekitar 2% sebelum akhirnya pulih. Para pedagang energi menggarisbawahi bahwa masih ada hambatan signifikan sebelum minyak Venezuela dapat mengalir lebih bebas ke pasar global.
Pergerakan Pasar Lainnya
Kontrak berjangka saham AS secara keseluruhan menunjukkan pergerakan yang lesu, namun kontrak Nasdaq-100 memimpin kenaikan, didukung oleh saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) seperti AMD dan Micron. Saham-saham teknologi di Asia juga terpantau naik.
Sementara itu, komoditas yang sering dianggap sebagai tempat berlindung di saat risiko meningkat juga mencatatkan kenaikan. Kontrak emas berjangka naik sekitar 2,5%, perak melonjak lebih dari 6%, dan tembaga juga mengalami penguatan.






