Keuangan

Rupiah Melemah ke Rp 16.778 per Dolar AS, Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi Penting

Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp 16.778 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.758 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini sejalan dengan tekanan yang dialami mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS pada pagi hari. Berdasarkan pantauan Mureks, peso Filipina melemah 0,18 persen, baht Thailand turun 0,09 persen, dan ringgit Malaysia tertekan 0,09 persen.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Selain itu, dolar Taiwan dan yuan China masing-masing terkoreksi 0,06 persen, diikuti won Korea Selatan dan dolar Singapura yang melemah 0,04 persen. Yen Jepang juga turun 0,03 persen, sementara dolar Hong Kong melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Penguatan dolar AS yang menekan mata uang regional dipicu oleh pernyataan bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve, Thomas Barkin. Pernyataan tersebut mengindikasikan sikap hati-hati bank sentral AS dalam memangkas suku bunga.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah cenderung datar dengan potensi pelemahan terbatas. Ia menjelaskan, “Rupiah diperkirakan akan datar dengan potensi melemah terhadap dollar AS yang rebound oleh pernyataan hawkish pejabat The Fed Barkin.”

Meski demikian, Lukman memprediksi pelemahan rupiah tidak akan terlalu dalam. Pelaku pasar, menurut Mureks, cenderung bersikap wait and see sambil menanti rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Indonesia.

Ia menambahkan, “Range Rp 16.700–Rp 16.800.”

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi. Indeks menguat 0,17 persen atau naik 15,37 poin, mencapai level 8.948,98.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG langsung menguat sejak dibuka di level 8.959,09 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.970,87. Meskipun sempat teredam hingga turun ke level terendah 8.940,60, indeks kemudian kembali bergerak naik.

Aktivitas transaksi pasar saham terpantau cukup aktif dengan volume perdagangan mencapai 7,67 miliar saham dan nilai transaksi tercatat Rp 4,58 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 574.308 kali.

Secara rinci, sebanyak 276 saham menguat, 251 saham melemah, dan 177 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp 16.359 triliun.

Mureks