Otoritas Rusia di wilayah Kherson mengumumkan 24 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka akibat serangan drone Ukraina pada Kamis, 1 Januari 2026. Insiden ini terjadi di desa Khorly, pesisir Laut Hitam, yang berada di bawah kendali Moskow.
Gubernur Kherson yang ditunjuk Moskow, Vladimir Saldo, menyatakan bahwa tiga pesawat tak berawak menyerang sebuah kafe dan hotel di Khorly. “Tiga pesawat tak berawak menyerang sebuah kafe dan hotel di pantai Laut Hitam di Khorly. Menurut laporan awal, lebih dari 50 orang terluka, dan 24 orang tewas,” kata Saldo melalui saluran Telegram-nya, seperti dikutip dari AFP.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan atas serangan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuduh Ukraina melakukan “serangan bak teroris terhadap warga sipil.”
Gambar yang diunggah Saldo di Telegram menunjukkan sebuah bangunan hangus terbakar, tumpukan puing yang masih berasap, dan sejumlah mayat hangus di lokasi kejadian.
Hingga Jumat, 2 Januari 2026, otoritas Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.
Desa Khorly, yang terletak di semenanjung pesisir Laut Hitam, jatuh di bawah kendali Rusia pada awal invasi Februari 2022. Namun, pada musim gugur 2022, tentara Ukraina berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah Kherson, termasuk ibu kota regional, dalam sebuah serangan balasan.
Sejak saat itu, Sungai Dnieper telah menjadi garis demarkasi antara kedua belah pihak. Mureks mencatat bahwa baik Rusia maupun Ukraina kerap saling melancarkan serangan menggunakan drone di wilayah tersebut.






