Internasional

Rusia Protes Keras Penyitaan Kapal Tanker Marinera oleh AS, Sebut Langgar Hukum Maritim Internasional

Pemerintah Rusia melayangkan protes keras kepada Amerika Serikat (AS) menyusul penyitaan sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia, Marinera, di Samudra Atlantik Utara pada Rabu, 7 Januari 2026. Moskow menilai tindakan militer AS tersebut sebagai pelanggaran hukum maritim internasional yang serius dan berpotensi memicu krisis internasional serta meningkatkan ketegangan geopolitik.

Penyitaan di Perairan Internasional

Kapal tanker Marinera ditangkap oleh Komando Eropa AS di perairan internasional, tepatnya di barat laut Skotlandia. Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, kapal tersebut telah dikejar sejak dari Laut Karibia selama berminggu-minggu tanpa adanya konsultasi dengan Rusia sebagai negara bendera kapal.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Kami menyampaikan keprihatinan serius terkait tindakan paksa yang melanggar hukum terhadap kapal tanker minyak Marinera oleh angkatan bersenjata AS,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip Reuters pada Jumat, 9 Januari 2026.

Tuduhan Pelanggaran Sanksi dan Penolakan Rusia

AS menuding Marinera melanggar sanksi unilateral Washington terkait ekspor minyak Venezuela. Namun, Rusia menolak keras alasan tersebut, menegaskan bahwa hukum maritim internasional secara tegas membatasi penghentian dan penggeledahan kapal di perairan internasional.

“Hukum maritim internasional secara tegas membatasi penghentian dan penggeledahan kapal di perairan internasional hanya pada kondisi tertentu, seperti pembajakan atau perdagangan budak, yang jelas tidak relevan dalam kasus ini,” tegas para diplomat Rusia, merujuk pada ketentuan yang berlaku.

Moskow juga menyatakan bahwa Marinera secara sah mengibarkan bendera Rusia sejak 24 Desember 2025, setelah memperoleh izin sementara dari Kementerian Transportasi Rusia. Status ini, menurut otoritas Rusia, telah disampaikan kepada pihak AS melalui saluran resmi dan sesuai dengan norma hukum internasional.

Ancaman Penuntutan dan Nasib Awak Kapal

Selain penyitaan kapal, Rusia juga mengecam ancaman penuntutan terhadap awak kapal di wilayah AS. Awak Marinera diketahui terdiri dari warga negara Rusia, Ukraina, dan India. Moskow menuntut agar mereka diperlakukan secara manusiawi dan segera dipulangkan ke negara masing-masing.

“Penggeledahan kapal sipil dan penangkapan awak kapal oleh personel militer AS tidak dapat ditafsirkan selain sebagai pelanggaran paling mencolok terhadap prinsip dasar hukum maritim internasional,” ujar Kementerian Luar Negeri Rusia, menggarisbawahi keseriusan insiden ini.

Latar Belakang dan Peringatan Moskow

Insiden ini bermula ketika Marinera, yang sebelumnya bernama Bella 1, menjadi perhatian otoritas AS setelah dilaporkan mencoba mendekati Venezuela pada akhir tahun lalu. Penjaga Pantai AS sempat mencoba menaiki kapal tersebut, namun awak menolak dan mengubah haluan ke Samudra Atlantik. Kapal itu kemudian mengganti nama dan mengajukan izin pengibaran bendera Rusia.

Dalam ringkasan Mureks, Rusia memperingatkan bahwa penyitaan Marinera dapat menjadi preseden berbahaya yang berpotensi menciptakan krisis internasional. “Kesiapan Washington untuk menciptakan krisis internasional yang akut hanya akan memperburuk hubungan bilateral dan menurunkan ambang batas penggunaan kekuatan terhadap kapal sipil,” kata Moskow, mengindikasikan dampak jangka panjang dari tindakan AS.

Mureks