Lebih dari 400 turis asing, termasuk tiga Warga Negara Indonesia (WNI), dilaporkan terjebak di Pulau Socotra, Yaman, sejak 3 Januari 2026. Situasi ini terjadi menyusul penghentian penerbangan komersial akibat eskalasi konflik bersenjata di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengonfirmasi keberadaan WNI tersebut. Plt Pejabat Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk memastikan keselamatan para WNI.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Tiga WNI Terjebak di Pulau Eksotis
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Pusat pada Kamis (8/1/2026), Heni Hamidah menjelaskan bahwa KBRI Muscat (Oman) telah menerima informasi mengenai tiga WNI yang terjebak di Socotra. “KBRI Muscat (Oman) telah menerima informasi bahwa ada tiga orang WNI yang mengalami kondisi terjebak di Socotra…,” kata Heni.
Ia menambahkan, “Kami sudah berkomunikasi dan memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka dalam keadaan baik, sehat, dan aman.” Ketiga WNI tersebut diketahui masuk ke Pulau Socotra melalui jasa operator wisata yang berbasis di Amerika Serikat (AS).
Penanganan kasus ini melibatkan koordinasi lintas perwakilan RI, termasuk KBRI Muscat (Oman), KBRI Abu Dhabi (Uni Emirat Arab (UEA)), hingga KJRI Jeddah (Arab Saudi). Mureks mencatat bahwa upaya evakuasi menjadi prioritas utama bagi pemerintah Indonesia.
Upaya Evakuasi dan Jadwal Penerbangan
Pihak operator tur sebelumnya telah mengajukan nama ketiga WNI untuk penerbangan evakuasi. Namun, mereka belum berhasil terangkut dalam penerbangan pertama yang kembali dibuka pada 7 Januari 2026.
Penerbangan dari Pulau Socotra mulai kembali beroperasi melalui maskapai Yemenia Airways dengan rute menuju Jeddah, Arab Saudi. Penerbangan lanjutan dijadwalkan pada 8 dan 9 Januari 2026. “Hari ini pukul 13.00 waktu setempat dan besok masih ada penerbangan ke Jeddah,” ujar Heni Hamidah.
Kemlu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses evakuasi. “Perwakilan kita terus mendorong agar ketiga WNI dapat ikut dalam penerbangan tersebut dan kami akan terus mengawal kasus ini,” jelas Heni.
Pulau Socotra dan Konflik Regional
Pulau Socotra, yang terletak di selatan Yaman, dikenal sebagai destinasi wisata eksotis dengan lanskap unik dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, wilayah udara pulau tersebut ditutup akibat bentrokan antara faksi-faksi yang didukung oleh Arab Saudi dan UEA, menyebabkan ratusan wisatawan, diperkirakan antara 400 hingga 600 orang, terpaksa menunda kepulangan.
Otoritas bandara setempat melaporkan bahwa turis yang terjebak berasal dari berbagai negara, termasuk Rusia, Inggris, Prancis, dan AS. Banyak dari mereka tiba melalui penerbangan dari Abu Dhabi yang kemudian dibatalkan karena larangan lintas udara Yaman dan Arab Saudi. Sejumlah negara, seperti Italia, telah berhasil mengevakuasi warganya, dengan puluhan turis Italia dilaporkan telah dipindahkan ke Jeddah melalui jalur transit.






