Hiburan

Qualcomm Perkenalkan Snapdragon X2 Plus di CES 2026, Janjikan Lompatan Performa untuk PC Gaming Genggam

LAS VEGAS, AMERIKA SERIKAT – Qualcomm kembali membuat gebrakan di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 dengan memperkenalkan jajaran prosesor terbarunya, Snapdragon X2 Plus. Chipset ini diklaim membawa peningkatan performa signifikan, khususnya untuk segmen PC gaming genggam, setelah sebelumnya sukses dengan generasi pertama prosesor Snapdragon X berbasis Arm sebagai bagian dari ekosistem Copilot+ AI PC Microsoft.

Peluncuran Snapdragon X2 Plus ini menyusul debut Snapdragon X2 Elite pada September tahun lalu. Jajaran X2 Plus terbaru ini hadir sebagai opsi yang lebih terjangkau, meskipun secara arsitektur, chip ini tampaknya merupakan varian dari model X2 Elite dengan beberapa inti dan fitur yang dinonaktifkan, mirip dengan strategi Intel dalam merilis prosesornya.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Peningkatan Performa dan Efisiensi Daya

Qualcomm mengklaim Snapdragon X2 Plus mampu menawarkan peningkatan performa CPU single-core hingga 35% dan performa GPU 29% lebih cepat dibandingkan chip X Plus generasi sebelumnya. Peningkatan ini, menurut Qualcomm, berasal dari kombinasi kecepatan clock yang lebih tinggi dan perubahan arsitektur internal yang signifikan.

Meskipun beberapa spesifikasi inti mungkin terlihat menurun secara generasi, inti Prime pada X2 secara substansial lebih kuat dibandingkan inti X sebelumnya. Setiap pipeline memiliki tahapan yang sedikit lebih lebar, dan jumlah unit cabang (branch units) kini dua kali lipat. Selain itu, terdapat serangkaian penyesuaian minor pada integer dan floating-point pipelines, serta subsistem memori. Dipadukan dengan RAM sistem yang lebih cepat, semua perubahan ini berkontribusi pada peningkatan performa yang dijanjikan.

Tidak hanya performa, efisiensi daya juga menjadi sorotan. Qualcomm mencatat bahwa Snapdragon X2 Plus mengonsumsi daya hingga 43% lebih rendah dibandingkan X Plus. Efisiensi ini sebagian besar disebabkan oleh perubahan internal, terutama pada inti Performance, serta penggunaan proses manufaktur N3P TSMC yang lebih canggih, menggantikan N4 yang digunakan pada model sebelumnya.

Menariknya, istilah “Performance cores” yang digunakan Qualcomm sedikit berbeda dari Intel. Pada chip Snapdragon X2 Plus, inti Performance dirancang untuk bekerja lebih baik pada tingkat daya yang sangat rendah, bukan sebagai inti paling bertenaga dibandingkan inti Prime.

GPU Adreno X2-45: Potensi untuk PC Gaming Genggam

Untuk sektor grafis, kedua model Snapdragon X2 Plus dilengkapi dengan prosesor grafis Adreno X2-45. Meskipun Qualcomm belum merinci jumlah shader secara pasti, diperkirakan chip ini memiliki sekitar 1024 shader, mengingat Snapdragon X2 Elite dengan GPU X2-90 memiliki 2048 shader.

GPU Adreno terbaru ini sepenuhnya kompatibel dengan DirectX 12 dan Vulkan, serta memiliki perangkat keras khusus untuk ray tracing, termasuk akselerasi BVH traversal. Selain itu, terdapat sekitar 11 MB cache khusus, mirip dengan Infinity Cache milik AMD, yang dapat digunakan untuk mengurangi lalu lintas DRAM dan sebagai scratchpad untuk menyimpan data sementara oleh shader.

Tim redaksi Mureks menyoroti potensi besar GPU X2 Plus ini sebagai APU (Accelerated Processing Unit) ideal untuk PC gaming genggam. Berbagai klaim menunjukkan bahwa model X2 terbaru dirancang untuk beroperasi dalam rentang daya 10 hingga 20 Watt. Jika klaim ini akurat, Snapdragon X2 Plus dapat menjadi pesaing serius bagi dominasi AMD di pasar PC portabel.

Tantangan dan Persaingan di Pasar

Meski menjanjikan, Qualcomm menghadapi persaingan ketat. Intel juga telah memperkenalkan chip Core Ultra 300 (Panther Lake) yang terlihat sangat menjanjikan. Persaingan ini, menurut Mureks, adalah hal yang positif bagi industri, mendorong inovasi dan pilihan yang lebih baik bagi konsumen.

Namun, ada kekhawatiran terkait ketersediaan produk. Sejak pengumuman Snapdragon X2 Elite pada September 2025, belum ada perangkat yang menggunakan prosesor tersebut di pasaran. Diharapkan situasi ini akan membaik tahun ini, meskipun krisis DRAM global berpotensi menunda peluncuran produk lebih lanjut.

Mureks