HALIFAX, Mureks – Perusahaan pengembang gim global, Ubisoft, mengumumkan penutupan studio mereka di Halifax, Kanada, pada Kamis (08/01/2026). Keputusan ini diambil hanya dua minggu setelah mayoritas karyawan studio tersebut berhasil membentuk serikat pekerja. Sebanyak 71 posisi terdampak oleh penutupan ini.
Ubisoft mengklaim penutupan studio Halifax adalah bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan yang lebih luas, bukan karena pembentukan serikat pekerja. “Selama 24 bulan terakhir, Ubisoft telah melakukan tindakan di seluruh perusahaan untuk merampingkan operasi, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya,” demikian pernyataan resmi Ubisoft, seperti dikutip dari GamesIndustry.biz.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
“Sebagai bagian dari ini, Ubisoft telah membuat keputusan sulit untuk menutup studio Halifax. 71 posisi akan terdampak,” lanjut pernyataan tersebut.
Reaksi Serikat Pekerja dan Tuntutan Hukum
Kabar penutupan ini sontak memicu kekecewaan dari pihak serikat pekerja. Carmel Smyth, Presiden CWA Canada, organisasi induk serikat pekerja studio tersebut, menyebut berita ini “menghancurkan”.
“Kami akan menempuh setiap jalur hukum untuk memastikan hak-hak pekerja ini dihormati dan tidak dilanggar dengan cara apa pun,” tegas Smyth dalam siaran persnya.
Smyth juga menuntut transparansi dari Ubisoft. “Kami akan mencari bukti dari Ubisoft untuk menunjukkan kepada kami bahwa ini tidak ada hubungannya dengan karyawan yang bergabung dengan serikat pekerja. Para pekerja, keluarga mereka, masyarakat Nova Scotia, dan kita semua yang mencintai gim video buatan Kanada, pantas mendapatkan yang terbaik,” tambahnya.
Sejarah dan Konteks Unionisasi
Upaya unionisasi di Ubisoft Halifax dimulai sejak Juni tahun lalu, dan mencapai puncaknya dua minggu lalu ketika 74% karyawannya memberikan suara mendukung pembentukan unit tawar-menawar kolektif.
Studio Ubisoft Halifax sendiri berawal dari cabang Longtail Studios, yang didirikan pada tahun 2003 oleh salah satu pendiri Ubisoft, Gérard Guillemot. Mureks mencatat bahwa cabang Longtail di Quebec sebelumnya pernah mencoba upaya unionisasi studio gim pertama di Amerika Utara pada tahun 2008, namun gagal karena penolakan manajemen perusahaan.
Cabang Halifax kemudian diakuisisi oleh Ubisoft pada tahun 2015 dan sejak itu fokus pada pengembangan gim seluler seperti Assassin’s Creed Rebellion dan Rainbow Six Mobile.
Tren Penutupan Studio dan PHK
Penutupan studio ini bukan kali pertama Ubisoft melakukan tindakan serupa. Perusahaan ini telah melakukan serangkaian penutupan studio, program “transisi karier sukarela”, dan PHK massal sebagai bagian dari upaya pengurangan biaya selama bertahun-tahun.
Ubisoft juga bukan satu-satunya perusahaan besar di industri gim yang memberhentikan karyawan setelah upaya unionisasi. Tahun lalu, Rockstar Games memecat lebih dari 30 pengembang GTA 6 yang terlibat dalam organisasi buruh. Tindakan tersebut memicu protes internal dan eksternal, serta menimbulkan keraguan parlemen, meskipun Rockstar mengklaim para pekerja tersebut terlibat dalam “pelanggaran berat”.
Ubisoft menyatakan komitmennya untuk mendukung semua anggota tim yang terdampak dengan paket pesangon dan bantuan karier.
Referensi penulisan: www.pcgamer.com






