Hiburan

CEO Hooded Horse Tim Bender Tegas: ‘Benci Seni AI Generatif, Tak Ada Aset AI di Game Kami’

Tim Bender, CEO Hooded Horse, penerbit game populer seperti Manor Lords, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap seni kecerdasan buatan (AI) generatif. Dalam wawancara dengan Kotaku yang dipublikasikan pada 8 Januari 2026, Bender bahkan menyebut teknologi ini sebagai ‘kanker’ yang mengganggu industri game.

Ia tidak ragu mengungkapkan perasaannya, ‘I f**king hate gen AI art,’ ujarnya. Menurut Bender, teknologi ini telah mempersulit banyak aspek pekerjaannya. ‘It has made my life more difficult in many ways…suddenly it infests shit in a way it shouldn’t,’ tambahnya.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Sebagai bentuk komitmen, Hooded Horse kini secara eksplisit melarang penggunaan aset AI dalam kontrak penerbitan mereka. ‘It is now written into our contracts if we’re publishing the game, ‘no f**king AI assets’,’ tegas Bender.

Melarang seni AI generatif sepenuhnya memang bukan perkara mudah. Beberapa studio, termasuk Larian dan Sandfall Interactive, diketahui menggunakan AI generatif dalam tahap pra-produksi, seringkali sebagai placeholder untuk mempercepat proses.

Namun, Bender memperingatkan pengembang untuk tidak menggunakan AI generatif sama sekali, bahkan untuk placeholder. ‘Some people will have this thought, like they would never want to let it in the game, but they’ll think, ‘It can be a placeholder in this prototype build’,’ jelasnya. Ia khawatir penggunaan awal ini bisa berujung pada kebocoran aset AI ke produk akhir.

But if that gets done, of course, there’s a chance that that slips through, because it only takes one of those slipping through in some build and not getting replaced or something,’ kata Bender. Ia menambahkan, ‘Because of that, we’re constantly having to watch and deal with it and try to prevent it from slipping in, because it’s cancerous.’

Kekhawatiran Bender bukan tanpa dasar. Insiden serupa pernah terjadi. Ubisoft harus segera melakukan perubahan pada game Anno 117 setelah seni ‘placeholder‘ AI secara tidak sengaja masuk ke versi live game. Kasus yang lebih menonjol terjadi pada Clair Obscur: Expedition 33, salah satu game besar tahun 2025, yang kehilangan dua penghargaan di Indie Game Awards setelah ditemukan meluncur dengan seni AI generatif ‘placeholder‘ yang masih ada.

Pendekatan Hooded Horse ini kontras dengan beberapa perusahaan game lain. Electronic Arts, misalnya, cenderung merangkul teknologi ini, sementara Larian mengambil pendekatan yang lebih terukur dan hati-hati. Mureks mencatat bahwa Pocketpair, studio di balik Palworld, juga menyatakan tidak akan menangani game yang menggunakan AI generatif melalui divisi penerbitan barunya.

Mureks